
JAKARTA – Pameran bergengsi Jakarta Watch Exchange (JWX) kembali memukau pencinta horologi di Jakarta, yang berlangsung mulai 15 hingga 18 Januari 2026. Acara ini secara lugas menegaskan dominasi dan kekuatan pasar jam tangan mewah pre-owned di Indonesia, yang terus menunjukkan geliat positif.
Mayoritas, sekitar 90% dari koleksi jam tangan yang dipamerkan, adalah model seken atau pre-owned. Sisanya termasuk dalam kategori unworn, yaitu jam tangan yang, meskipun telah dibeli beberapa tahun sebelumnya, belum pernah sekalipun digunakan sehingga kondisinya masih menyerupai baru. Event Director JWX, Nike April, menjelaskan bahwa istilah unworn ini berbeda dari jam tangan baru yang langsung berasal dari butik. Di kalangan kolektor, jam tangan unworn ini lazim dikenal dengan sebutan New in Box (NIB) atau Brand New In Box (BNIB), mengindikasikan kondisi sempurna seperti saat pertama kali dibeli.
Pasar Jam Tangan Mewah Seken Tetap Ramai, Model Sporty Jadi Primadona. Menurut Nike, tren penjualan jam tangan mewah tidak bisa disamaratakan antara produk baru dan seken. Popularitas suatu model dan kekuatan merek justru menjadi penentu utama harga di pasar. Menariknya, dalam beberapa skenario, jam tangan sport modern tertentu di pasar sekunder bahkan bisa dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga di butik saat pertama kali diluncurkan.
Selain memfasilitasi transaksi jual beli, JWX juga menyediakan layanan tukar tambah dan titip jual, yang terbukti sangat diminati. Skema titip jual dianggap lebih menguntungkan bagi pemilik jam tangan karena memungkinkan harga jual mengikuti dinamika kenaikan pasar. “Kalau jual putus, harganya langsung turun. Tapi kalau titip jual, bisa menunggu harga market naik. Jam Rp 300 juta bisa saja laku di Rp 500 juta kalau market mendukung,” jelas Nike saat ditemui di pameran JWX, Kamis (15/1/2026), menyoroti potensi keuntungan signifikan.
Nike juga menegaskan bahwa jam tangan mewah berpotensi menjadi aset investasi yang menjanjikan, meskipun nilai investasinya sangat bergantung pada model dan merek yang dipilih. Ia menambahkan, pasar sekunder barang mewah di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan selalu ramai, menandakan minat yang tinggi dari berbagai kalangan kolektor maupun investor.
Segmentasi pasar pembeli JWX sangat beragam, mulai dari new buyer yang baru memulai koleksi, potential buyer yang sedang mencari jam tangan impian, hingga kolektor loyal yang setia berburu model langka. Meskipun tidak selalu melakukan pembelian, kehadiran mereka melalui layanan tukar tambah atau titip jual memastikan perputaran transaksi yang dinamis terus berlangsung di pameran ini.
Event JWX kali ini menampilkan koleksi merek-merek ternama dunia, seperti Richard Mille, Patek Philippe, Audemars Piguet, Rolex, Vacheron Constantin, Bvlgari, Omega, A. Lange & Söhne, Cartier, Chopard, Hublot, Panerai, Tag Heuer, Ulysse Nardin, serta berbagai merek legendaris jam tangan mewah lainnya. Jam-jam mewah ini ditawarkan dengan rentang harga yang sangat variatif, dari puluhan juta hingga belasan miliar rupiah, mengakomodasi berbagai segmen pasar.
Pada pameran yang berlangsung selama empat hari di Mal Gandaria City ini, JWX menargetkan nilai transaksi fantastis, mencapai Rp 200 miliar, atau rata-rata sekitar Rp 50 miliar per hari. Nike mengungkapkan bahwa jam tangan yang paling banyak menjadi incaran kolektor biasanya berada di kisaran Rp 300 jutaan. Sementara bagi kolektor pemula, tersedia pilihan jam tangan entry level mulai dari Rp 20-30 juta, seperti Tag Heuer. Untuk merek sepopuler Rolex, harga jam tangan pria saat ini tidak lagi ditemukan di bawah Rp 200 juta. Sebagai alternatif, Tudor bisa menjadi pilihan menarik dengan harga mulai sekitar Rp 50 juta, tergantung modelnya. “Semua kembali ke model dan brand-nya. Itu yang menentukan,” pungkas Nike, menekankan pentingnya kedua faktor tersebut dalam dunia horologi mewah.
Ringkasan
Pameran Jakarta Watch Exchange (JWX) 2026 kembali menegaskan dominasi pasar jam tangan mewah bekas di Indonesia, dengan sekitar 90% koleksi yang dipamerkan adalah model pre-owned atau unworn. Pasar sekunder ini terus menunjukkan geliat positif, terutama untuk model sporty yang bahkan bisa dibanderol lebih tinggi dari harga butik. JWX juga menyediakan layanan tukar tambah dan titip jual, di mana skema titip jual dianggap lebih menguntungkan karena memungkinkan harga jual mengikuti dinamika kenaikan pasar.
Jam tangan mewah berpotensi menjadi aset investasi yang menjanjikan, bergantung pada model dan merek yang dipilih, seiring pertumbuhan stabil pasar sekunder di Indonesia. Pameran ini menampilkan merek-merek ternama dunia dengan rentang harga dari puluhan juta hingga belasan miliar rupiah. JWX menargetkan nilai transaksi fantastis sebesar Rp 200 miliar, dengan jam tangan incaran kolektor banyak berada di kisaran Rp 300 jutaan.