OJK Ungkap Akar Masalah Pasar Modal: Akumulasi Struktural!

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti bahwa kondisi pasar modal Indonesia saat ini merupakan akumulasi permasalahan struktural yang telah berlangsung lama. Kondisi ini bukan sekadar imbas dari tekanan jangka pendek atau gejolak sementara.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam agenda Economic Outlook, Selasa (10/2/2026). Beliau menjelaskan bahwa isu-isu di pasar modal semakin kentara seiring dengan meningkatnya tekanan ekonomi global dan dinamika di dalam negeri.

“Ini bukanlah masalah yang muncul tiba-tiba. Ini adalah persoalan yang sudah cukup lama ada, namun mungkin semakin terungkap karena berbagai gejolak perekonomian yang kita alami,” ujar Dian.

Oleh karena itu, transformasi struktural menjadi krusial untuk dilakukan. Terlepas dari gejolak penurunan peringkat yang terjadi saat ini, OJK memiliki kewajiban fundamental untuk terus memantau kondisi pasar modal dari waktu ke waktu.

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Cermati Ketegangan Iran-AS dan Data Ekonomi AS

Menyadari hal ini, OJK mempercepat penerapan international best practices di pasar modal Indonesia. Implementasi ini meliputi penguatan regulasi, peningkatan sistem pengawasan, serta penegakan hukum (enforcement) yang selaras dengan standar global.

Dian menjelaskan bahwa adopsi best practice internasional diperlukan untuk meningkatkan prediktabilitas bagi investor, memperkuat perlindungan investor, serta menjaga integritas dan transparansi pasar. Langkah ini juga menjadi prasyarat agar pasar modal Indonesia menjadi lebih kompetitif dan dapat dinilai secara objektif oleh investor global.

“Dengan demikian, para investor dapat mengukur bagaimana kesehatan atau bahkan integritas sistem di negara kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dian memerinci bahwa penerapan international best practices di pasar modal mencakup perbaikan tata kelola emiten, peningkatan transparansi informasi, penguatan peran self regulatory organization (SRO), serta penindakan tegas terhadap pelanggaran seperti pump and dump, insider trading, dan praktik manipulatif lainnya.

Selain itu, pembenahan juga diarahkan pada penguatan struktur pasar, termasuk peningkatan free float, pendalaman pasar (market depth), serta penguatan ekosistem penunjang pasar modal agar lebih solid dan berkelanjutan. Dengan kata lain, OJK berupaya menciptakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan pasar modal.

Dian menambahkan bahwa pengalaman penerapan standar internasional di sektor perbankan menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap global standards mampu meningkatkan stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan investor. Prinsip serupa kini ingin diterapkan secara konsisten di pasar modal.

“Jika kita semakin menjauh dari international best practice, itu akan menimbulkan banyak masalah. Sebaliknya, konsistensi penerapan standar global justru akan meningkatkan daya saing pasar kita,” tegasnya.

Meskipun pasar modal dan nilai tukar seringkali mengalami volatilitas, Dian tetap optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia ke depan. Dengan reformasi struktural dan penegakan aturan yang konsisten, pasar modal nasional diyakini mampu bangkit kembali dalam waktu yang relatif singkat.

“Dengan konsistensi regulasi dan enforcement sesuai international best practices, pasar modal kita akan semakin kuat dan kompetitif,” pungkas Dian.

Asing Net Sell Rp 707 Miliar Saat IHSG Melonjak, Cek saham yang Banyak Dijual Asing

Ringkasan

OJK mengungkapkan bahwa kondisi pasar modal Indonesia saat ini merupakan akumulasi masalah struktural yang telah lama berlangsung dan bukan hanya dampak tekanan jangka pendek. Isu-isu ini semakin terlihat seiring dengan meningkatnya tekanan ekonomi global dan dinamika dalam negeri, sehingga transformasi struktural menjadi krusial.

OJK mempercepat penerapan international best practices di pasar modal Indonesia, termasuk penguatan regulasi, peningkatan pengawasan, dan penegakan hukum sesuai standar global. Penerapan ini bertujuan meningkatkan prediktabilitas, perlindungan investor, integritas, dan transparansi pasar modal Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *