OJK Pindah ke BEI: Reformasi Pasar Modal Dipercepat Pasca MSCI

JAKARTA, Shoesmart.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah strategis dengan berencana berkantor di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat reformasi pasar modal, terutama pasca-tekanan yang diberikan oleh MSCI.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan bahwa pihaknya telah memperoleh dukungan penuh dari pemerintah untuk melakukan pembenahan dan penguatan fundamental di pasar modal Indonesia.

“Fokus utama kita adalah reformasi. Perbaikan ini akan dilakukan secara menyeluruh, cepat, tepat, dan efektif. Untuk memastikan kelancaran proses ini, mulai besok kami akan berkantor langsung di BEI,” ungkap Mahendra dalam konferensi pers yang diadakan pada Kamis (29/1/2026).

OJK Percepat Implementasi Kenaikan Batas Minimal Free Float Jadi 15%

Lebih lanjut, Mahendra Siregar menjelaskan tiga langkah strategis yang akan menjadi fokus utama OJK. Pertama, menindaklanjuti proposal atau penyesuaian yang telah diajukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Saat ini, proposal tersebut sedang dalam tahap evaluasi oleh MSCI. Salah satu poin penting dalam proposal ini adalah pengecualian investor dalam kategori corporate and others dari perhitungan free float, dengan memisahkan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5%.

Kedua, OJK akan melakukan penyesuaian tambahan sesuai permintaan MSCI terkait informasi kepemilikan saham di bawah 5%. Penyesuaian ini akan selaras dengan praktik terbaik yang berlaku secara internasional.

Ketiga, Self-Regulatory Organization (SRO) akan segera menerbitkan ketentuan mengenai aturan free float minimal 15%. Penerbitan aturan ini akan dilakukan dalam waktu dekat dengan mengedepankan transparansi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pasar modal Indonesia akan semakin atraktif dan kredibel di mata investor global.

Ringkasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana berkantor di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mempercepat reformasi pasar modal, menyusul tekanan dari MSCI. Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyatakan dukungan penuh pemerintah dalam pembenahan dan penguatan fundamental pasar modal.

OJK akan fokus pada tiga langkah strategis, yaitu menindaklanjuti proposal BEI dan KSEI yang sedang dievaluasi MSCI, menyesuaikan informasi kepemilikan saham di bawah 5% sesuai permintaan MSCI, dan menerbitkan ketentuan mengenai aturan free float minimal 15% oleh Self-Regulatory Organization (SRO) dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *