OASA & EURO Kembali Dibuka: Peluang Investasi Saham?

Shoesmart.co.id, JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi membuka kembali perdagangan saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) mulai Rabu, 21 Januari 2026. Keputusan ini menyusul penghentian sementara yang dilakukan BEI sehari sebelumnya, pada 20 Januari 2026.

Penangguhan perdagangan saham OASA dan saham EURO dipicu oleh lonjakan harga kumulatif yang signifikan. Berdasarkan data dari RTI, saham OASA telah mencatatkan kenaikan impresif sebesar 30,65% dalam sepekan terakhir dan melesat 92,86% dalam sebulan terakhir. Sementara itu, kinerja saham EURO bahkan lebih fantastis, dengan kenaikan 43,57% dalam sepekan dan melonjak 148,26% dalam sebulan terakhir.

Menanggapi volatilitas pasar ini, BEI mengingatkan para pihak berkepentingan untuk senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh kedua perseroan. Imbauan ini disampaikan BEI dalam pengumuman resminya pada 19 Januari 2026, yang kemudian ditindaklanjuti dengan keputusan pembukaan kembali perdagangan.

Pada pengumuman yang dirilis hari ini, 20 Januari 2026, BEI secara tegas menyatakan, “Suspensi atas perdagangan saham OASA dan saham EURO di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 21 Januari 2026.” Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar pasca lonjakan harga.

Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham OASA dan saham EURO adalah bagian dari tindakan “cooling down“. Menurutnya, tindakan ini penting untuk memberikan waktu evaluasi kepada investor dan menjaga stabilitas pasar menyusul lonjakan harga kumulatif yang sangat signifikan dalam waktu singkat.

Mengenai prospek saham OASA, Abida menilai bahwa dalam jangka menengah hingga panjang, prospek saham OASA relatif spekulatif. Hal ini disebabkan oleh ukuran bisnis energi terbarukan dan pengelolaan limbahnya yang masih terbilang kecil, serta rekam jejak profitabilitas yang belum konsisten.

Di sisi lain, saham EURO, yang bergerak di sektor konsumen dengan basis bisnis stabil seperti produk kosmetik dan kebutuhan rumah tangga, menghadapi tantangan valuasi. Abida menyoroti bahwa valuasi saham EURO saat ini terlampau mahal dibandingkan dengan fundamental perusahaan yang moderat.

Oleh karena itu, Abida menyimpulkan bahwa kedua saham ini lebih cocok bagi para trader yang mencari aksi harga jangka pendek, dibandingkan dengan investasi inti jangka panjang yang berisiko tinggi. Dia juga menambahkan bahwa valuasi saham OASA, yang sempat menunjukkan price to earning ratio (PER) tidak mencerminkan laba yang kuat dan seringnya perusahaan merugi dalam beberapa periode, mengindikasikan risiko fundamental yang tinggi.

Untuk saham EURO, valuasinya dinilai sangat tinggi, dengan PER di atas 1.000x dan price to book value (PBV) jauh di atas rata-rata sektornya. Kondisi ini mencerminkan bahwa harga saham sudah terlanjur mahal jika dibandingkan dengan kinerja laba yang cenderung moderat. Abida menekankan, investor perlu mencermati profitabilitas, laporan keuangan terbaru, rasio utang, dan volume perdagangan sebelum memutuskan untuk investasi.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Abida Massi Armand belum memberikan rekomendasi khusus untuk saham OASA maupun saham EURO.

Ringkasan

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) dan PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) mulai 21 Januari 2026, setelah sempat disuspensi sehari sebelumnya. Penangguhan tersebut dipicu oleh lonjakan harga kumulatif yang signifikan, dengan OASA naik 92,86% dan EURO melonjak 148,26% dalam sebulan terakhir. BEI menjelaskan bahwa suspensi ini merupakan tindakan “cooling down” untuk menjaga stabilitas pasar.

Analis fundamental menilai prospek saham OASA spekulatif karena ukuran bisnis kecil dan profitabilitas tidak konsisten. Sementara itu, valuasi saham EURO dianggap terlampau mahal dibandingkan fundamental perusahaan yang moderat. Oleh karena itu, kedua saham ini dinilai lebih cocok bagi trader jangka pendek ketimbang investasi inti jangka panjang, dan investor diimbau untuk mencermati laporan keuangan serta rasio penting sebelum mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *