Shoesmart.co.id JAKARTA. Kabar baik datang dari PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL). Emiten yang dikenal dengan nama Latinusa, berhasil membalikkan kerugian menjadi keuntungan signifikan pada tahun 2025. Sepanjang tahun lalu, NIKL mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$ 973.386.
Perolehan laba ini menjadi angin segar, mengingat pada tahun buku 2024, perusahaan masih mengalami kerugian sebesar US$ 18.852. Keberhasilan NIKL membalikkan keadaan menjadi laba terjadi di tengah tekanan terhadap penjualan. Pada tahun 2025, NIKL membukukan penjualan sebesar US$ 139,82 juta.
Angka ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 10,21% secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan dengan capaian penjualan di tahun 2024 yang mencapai US$ 155,72 juta. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia pada hari Selasa (10/2/2026), pendapatan NIKL mayoritas disumbang oleh penjualan di pasar lokal yang mencapai US$ 139,25 juta.
Harga Aluminium, Timah, dan Nikel Kompak Menguat, Pasokan Jadi Faktor Penentu
Sementara itu, penjualan ekspor NIKL tercatat sebesar US$ 571.616, dengan pasar ekspor utama menyasar India dan Malaysia. Baik penjualan lokal maupun ekspor mengalami penurunan. Penjualan lokal merosot sebesar 9,81% (yoy), sementara penjualan ekspor mengalami penurunan yang lebih signifikan, yaitu sebesar 56,78% (yoy).
Meskipun penjualan mengalami penurunan, NIKL berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 9,99% (yoy) dari US$ 146,33 juta menjadi US$ 131,71 juta pada tahun 2025. Namun, hal ini juga berdampak pada perolehan laba bruto NIKL yang mengalami penurunan sebesar 13,73% (yoy) dari US$ 9,39 juta menjadi US$ 8,10 juta.
Kabar baiknya, NIKL berhasil melakukan efisiensi dengan memangkas sejumlah pos beban usaha. Beban penjualan dan distribusi berhasil diturunkan sebesar 22,12% (yoy) menjadi US$ 2,71 juta. Beban administrasi juga mengalami penurunan sebesar 8,36% (yoy) menjadi US$ 2,52 juta. Selain itu, biaya keuangan berhasil ditekan turun sebesar 25,86% (yoy) menjadi US$ 2,58 juta.
NIKL Chart by TradingView
Pada saat yang sama, rugi selisih kurs NIKL mengalami penurunan secara tahunan dari sebelumnya US$ 1,54 juta menjadi US$ 558.954. Hal ini turut berkontribusi dalam mendongkrak perolehan laba sebelum pajak penghasilan NIKL dari US$ 308.707 pada tahun 2024 menjadi US$ 1,42 juta pada tahun 2025.
Hingga tanggal 31 Desember 2025, NIKL memiliki total aset sebesar US$ 120,26 juta. Jumlah liabilitas NIKL tercatat sebesar US$ 63,38 juta, dengan ekuitas senilai US$ 56,87 juta. Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun NIKL tercatat senilai US$ 7,06 juta.
Ringkasan
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) berhasil membalikkan kerugian menjadi laba sebesar US$ 973.386 pada tahun 2025, dibandingkan kerugian US$ 18.852 pada tahun 2024. Meskipun demikian, penjualan NIKL mengalami penurunan sebesar 10,21% (yoy) menjadi US$ 139,82 juta. Penurunan ini terjadi baik pada penjualan lokal maupun ekspor, meskipun penjualan lokal masih menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.
NIKL berhasil menekan beban pokok penjualan dan beberapa pos beban usaha seperti penjualan & distribusi, administrasi, dan biaya keuangan. Hal ini, bersamaan dengan penurunan rugi selisih kurs, berkontribusi pada peningkatan laba sebelum pajak penghasilan menjadi US$ 1,42 juta. Total aset NIKL tercatat sebesar US$ 120,26 juta dengan posisi kas dan setara kas sebesar US$ 7,06 juta pada akhir tahun 2025.