
Shoesmart.co.id JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa, melanjutkan reli positifnya selama tiga hari berturut-turut menjelang libur panjang pekan ini. Pada perdagangan Kamis, 16 Januari 2026, laju IHSG kembali menorehkan sejarah baru, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terpantau melalui RTI, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 0,47% atau bertambah 42,82 poin, menembus level 9.075,40. Sepanjang sesi perdagangan yang dinamis, pergerakan indeks terpantau dalam kisaran 9.040 hingga mencapai puncaknya di 9.100.
Aktivitas perdagangan saham di pasar modal pun terpantau sangat semarak. Total volume transaksi tercatat melonjak hingga 50,63 miliar saham, dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 28,25 triliun. Distribusi pergerakan saham menunjukkan 339 saham menguat, 331 saham melemah, dan 133 saham lainnya memilih untuk stagnan.
Di tengah euforia kenaikan ini, peran investor asing menjadi sorotan utama. Mereka mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang masif sebesar Rp 958,22 miliar di seluruh pasar, secara signifikan memberikan dorongan dan menopang laju penguatan IHSG.
Namun, di balik gemilangnya performa IHSG dan derasnya aliran dana investor asing secara keseluruhan, terdapat fenomena menarik. Sejumlah saham justru menjadi target aksi jual investor asing. Meskipun pasar membukukan net buy yang substansial, beberapa emiten mengalami tekanan penjualan yang signifikan dari para pemodal global.
IHSG Naik Tipis di Akhir Pekan, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing, Jumat (9/1)
Di Tengah Reli IHSG, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Sepekan Terakhir
Berikut adalah daftar 10 saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing, atau yang mencatatkan net sell terbesar asing, pada perdagangan Kamis tersebut:
- PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 116,87 miliar
- PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) Rp 101,85 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 93,7 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 93,05 miliar
- PT Timah Tbk (TINS) Rp 90,77 miliar
- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) Rp 62,75 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 56,62 miliar
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 48,56 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 31,9 miliar
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 25,53 miliar
UNVR Chart by TradingView
Ringkasan
Pada perdagangan Kamis, 16 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, ditutup menguat 0,47% ke level 9.075,40. Performa positif ini didorong oleh aktivitas investor asing yang secara keseluruhan mencatatkan pembelian bersih (net buy) masif sebesar Rp 958,22 miliar di seluruh pasar.
Namun, di balik euforia kenaikan IHSG dan derasnya dana asing, sejumlah saham justru menjadi target aksi jual oleh investor global. Saham-saham yang mengalami penjualan bersih (net sell) terbesar oleh asing pada hari tersebut meliputi PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), di antara lainnya.