
Shoesmart.co.id JAKARTA – Pergerakan pasar modal Indonesia kembali diwarnai koreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melanjutkan pelemahan pada perdagangan Kamis (22/1/2026), menunjukkan tren penurunan yang berlanjut.
Meskipun sempat menunjukkan sinyal positif dengan bergerak di zona hijau hampir sepanjang sesi perdagangan, IHSG harus menyerah pada tekanan jual yang intens menjelang penutupan. Kondisi ini memaksa indeks berbalik arah dan ditutup dalam teritori negatif.
Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diakses melalui RTI, IHSG mengakhiri hari dengan penurunan tipis. Indeks melemah 0,20% atau setara 18,14 poin, sehingga parkir di level 9.992,18 pada penutupan perdagangan.
Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Catat Rekor Tertinggi Lagi, Senin (19/1)
Sepanjang hari, pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas yang signifikan. Indeks sempat berupaya menguat dan merangkak naik, namun momentum tersebut gagal dipertahankan, dan akhirnya tergelincir kembali ke zona merah menjelang jam penutupan. Rentang pergerakan IHSG pada hari tersebut tercatat berada di kisaran 8.992 hingga 9.109.
Meskipun indeks melemah, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia terbilang cukup ramai. Tercatat, total volume transaksi saham mencapai angka fantastis 72,18 miliar saham, dengan nilai transaksi harian yang menyentuh Rp38,06 triliun.
Tekanan utama yang menyeret IHSG ke zona negatif berasal dari performa 331 saham yang mengalami pelemahan. Kendati demikian, sentimen pasar tidak sepenuhnya suram; sebanyak 345 saham justru berhasil mencatatkan penguatan, menunjukkan adanya optimisme di sektor-sektor tertentu. Sementara itu, 128 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.
Selain faktor internal saham, tekanan terhadap IHSG juga diperparah oleh aksi jual yang masif dari investor asing. Tercatat, investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) yang signifikan, mencapai Rp1,33 triliun di seluruh segmen pasar.
Menariknya, di tengah sentimen negatif dan koreksi yang terjadi pada IHSG, terdapat beberapa saham pilihan yang justru menjadi incaran dan banyak diborong oleh investor asing, menunjukkan kepercayaan pada prospek jangka panjang emiten-emiten tersebut.
BBCA dan BRPT Tertatas, Simak Saham Net Sell Terbesar Asing, Selasa (20/1)
Berikut adalah daftar 10 saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar oleh investor asing pada perdagangan Kamis:
1. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO): Rp 157,39 miliar
2. PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 138,35 miliar
3. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR): Rp 81,91 miliar
4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 81,81 miliar
5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 80,03 miliar
6. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 78,46 miliar
7. PT Astra International Tbk (ASII): Rp 56,87 miliar
8. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 51,73 miliar
9. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp 38,25 miliar
10. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR): Rp 37,21 miliar
ADRO Chart by TradingView
Ringkasan
Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah 0,20% atau 18,14 poin, ditutup pada level 9.992,18. Meskipun sempat bergerak positif, IHSG akhirnya menyerah pada tekanan jual menjelang penutupan. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) yang signifikan, mencapai Rp1,33 triliun di seluruh segmen pasar.
Di tengah koreksi IHSG dan aksi net sell asing, beberapa saham justru menjadi incaran dan diborong investor. Sepuluh saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar dipimpin oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp157,39 miliar, diikuti PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp138,35 miliar. Saham-saham lain seperti ADMR, BRMS, TLKM, dan BREN juga masuk daftar net buy terbesar asing.