Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, dari Fraksi Partai Golkar, menegaskan bahwa pengadaan sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui proses yang sesuai dengan ketentuan dan mendapatkan lampu hijau dari pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan.
Menurut Yahya Zaini, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa program ini merupakan bagian integral dari perencanaan anggaran negara tahun 2025, bukan sebuah kebijakan dadakan.
“Pengadaan sepeda motor listrik ini telah masuk dalam anggaran tahun 2025 yang sudah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Jadi, seluruh prosesnya telah mengikuti mekanisme yang berlaku,” kata Yahya di Jakarta, Jumat (10/4).
Yahya menjelaskan bahwa proses pengadaan dilakukan secara bertahap setelah melalui serangkaian perencanaan dan pembahasan yang melibatkan berbagai pihak. Pemesanan kendaraan sendiri baru dilakukan pada Juni 2025, setelah semua tahapan administratif dan penganggaran dinyatakan lengkap.
“Pemesanan kendaraan baru dimulai sejak Juni 2025. Hal ini menunjukkan bahwa prosesnya sudah dirancang sejak awal dan bukan merupakan keputusan yang mendadak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yahya Zaini juga menekankan bahwa pengadaan kendaraan listrik ini tetap memberikan kontribusi positif terhadap industri dalam negeri. Meskipun unit sepeda motor berasal dari luar negeri, proses perakitannya dilakukan di Indonesia.
“Kendaraan tersebut diimpor dalam bentuk CKD atau completely knock down dari China dan kemudian dirakit di Indonesia. Artinya, ada keterlibatan industri nasional dalam proses perakitan tersebut,” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, pengadaan kendaraan roda dua ini dilaksanakan melalui satu penyedia, yaitu PT Yasa Putra Tri Manunggal, dengan menggunakan skema pengadaan berbasis katalog elektronik. Proses ini juga melibatkan tahapan perencanaan, evaluasi, dan penyesuaian kebutuhan program.
Kepala BGN Jelaskan Urgensi Pembelian Motor Listrik untuk Kepala SPPG, Ini Alasannya
Viral Pengadaan 25.000 Motor Listrik BGN, Purbaya Ungkap Fakta Ini
Profil 2 Motor Listrik dalam Proyek Makan Bergizi Gratis
Ringkasan
Komisi IX DPR RI, melalui Yahya Zaini, menegaskan bahwa pengadaan motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah disetujui Kementerian Keuangan dan merupakan bagian dari perencanaan anggaran negara tahun 2025. Proses pengadaan telah mengikuti mekanisme yang berlaku, dengan pemesanan kendaraan baru dilakukan pada Juni 2025 setelah semua tahapan administratif dan penganggaran selesai.
Meskipun sepeda motor listrik diimpor dari China dalam bentuk CKD (completely knock down), perakitannya dilakukan di Indonesia, yang memberikan kontribusi positif terhadap industri dalam negeri. Pengadaan ini dilaksanakan melalui PT Yasa Putra Tri Manunggal dengan skema katalog elektronik, melibatkan tahapan perencanaan, evaluasi, dan penyesuaian kebutuhan program.