Modal Asing Kabur: BI Catat Outflow Rp 5,96 Triliun!

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mengumumkan adanya aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp 5,96 triliun. Data ini tercatat dalam periode transaksi 19 hingga 22 Januari 2026, atau pekan ketiga bulan tersebut.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, merinci bahwa total modal asing keluar bersih tersebut berasal dari berbagai instrumen. Pasar saham membukukan outflow sebesar Rp 2,67 triliun, disusul oleh Surat Berharga Negara (SBN) dengan Rp 1,44 triliun, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 1,85 triliun. Informasi ini disampaikan Ramdan dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 23 Januari 2026.

Meskipun terjadi outflow pada pekan tersebut, secara kumulatif sejak awal tahun hingga 22 Januari 2026, pasar keuangan Indonesia masih mencatat modal asing masuk bersih. Dana sebesar Rp 8,02 triliun mengalir masuk ke pasar saham dan Rp 1,89 triliun ke SBN. Namun, untuk periode yang sama, SRBI tetap mencatat modal asing keluar bersih senilai Rp 2,67 triliun.

Perkembangan lain menunjukkan bahwa premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia untuk tenor lima tahun mengalami peningkatan. Tercatat naik dari 70,86 basis poin (bps) pada 15 Januari 2026 menjadi 73,28 bps per 22 Januari 2026, mengindikasikan persepsi risiko yang sedikit meningkat.

Di tengah kondisi ini, nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis. Mata uang Garuda dibuka pada level Rp 16.850 per dolar AS pada Jumat, lebih kuat dibandingkan posisi penutupan perdagangan Kamis (22/1) yang berada di level Rp 16.880 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 98,36 pada akhir perdagangan Kamis (22/1/2026). Sebagai informasi, DXY adalah indeks yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, meliputi euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Pada segmen obligasi, imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun terpantau stabil di level 6,33 persen pada Jumat, nyaris tidak berubah dari posisi Kamis di 6,32 persen. Sebaliknya, imbal hasil US Treasury Note tenor 10 tahun menunjukkan peningkatan ke level 4,245 persen pada akhir perdagangan Kamis (22/1).

Menanggapi dinamika pasar keuangan global dan domestik, Ramdan menegaskan komitmen Bank Indonesia. “Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

Ringkasan

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran keluar bersih modal asing sebesar Rp 5,96 triliun dari pasar keuangan Indonesia pada periode 19-22 Januari 2026. Outflow ini terutama berasal dari pasar saham (Rp 2,67 triliun), Surat Berharga Negara (SBN) (Rp 1,44 triliun), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) (Rp 1,85 triliun). Meskipun demikian, secara kumulatif dari awal tahun hingga 22 Januari 2026, pasar keuangan Indonesia masih mencatat modal asing masuk bersih, kecuali untuk SRBI yang tetap mengalami outflow.

Di tengah kondisi ini, premi risiko investasi (CDS) Indonesia untuk tenor lima tahun sedikit meningkat menjadi 73,28 basis poin. Sementara itu, nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis ke level Rp 16.850 per dolar AS. Menanggapi dinamika pasar keuangan global dan domestik, Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan mengoptimalkan bauran kebijakannya guna mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *