MLBI Kinclong di 2025: Rekomendasi Saham Multi Bintang Terbaru

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sukses mencatatkan kinerja yang solid di tahun 2025. Perusahaan minuman ini berhasil membukukan peningkatan laba dan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, pendapatan MLBI mengalami kenaikan sebesar 4,69% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 3,54 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp 3,38 triliun.

Secara lebih detail, penjualan dari segmen produk alkohol menyumbang kontribusi terbesar, yakni Rp 3,29 triliun. Sementara itu, segmen produk non-alkohol mencatatkan penjualan sebesar Rp 248,52 miliar.

Kinerja positif ini juga berdampak pada peningkatan laba bersih perusahaan. Laba bersih MLBI naik 3,62% yoy menjadi Rp 1,18 triliun, dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai Rp 1,14 triliun.

Corporate Affairs Director MLBI, Bambang Chriswanto, menjelaskan bahwa keberhasilan Multi Bintang Indonesia di tahun 2025 didukung oleh beberapa faktor kunci. “Kinerja kami didukung oleh eksekusi strategi yang disiplin, portofolio merek yang kuat, serta penguatan efektivitas operasional di seluruh organisasi,” ujarnya kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Bursa Asia Menguat Selasa (17/3) Pagi, Usai Harga Minyak Turun dan Wall Street Naik

Bambang menambahkan, “Sepanjang tahun, kami tetap fokus memperkuat kepemimpinan Bintang di segmen mainstream, sekaligus memperluas penetrasi melalui inovasi produk dan format kemasan baru yang relevan dengan pola konsumsi yang terus berkembang.”

Di sisi lain, MLBI juga terus memperkuat posisi Heineken di segmen premium melalui inisiatif pemasaran yang lebih terarah, khususnya di kota-kota besar. Kombinasi strategi portofolio ini berhasil mendorong pertumbuhan volume dan nilai di kedua segmen, yang pada akhirnya meningkatkan penjualan dan laba perusahaan.

Selain itu, implementasi program peningkatan produktivitas dan pengelolaan biaya yang disiplin turut memperkuat fondasi operasional perusahaan, terutama di tengah volatilitas nilai tukar dan dinamika pasar yang ada.

Menatap tahun 2026, Bambang optimis dengan proyeksi ekonomi Indonesia yang stabil dengan pertumbuhan sekitar 5,1%. Optimisme ini didasarkan pada konsumsi domestik yang kuat serta iklim investasi yang semakin membaik. “Faktor-faktor ini menjadi sentimen positif bagi industri minuman, termasuk bagi perusahaan kami,” imbuhnya.

Namun, MLBI tetap waspada terhadap dinamika global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan nilai tukar yang dapat memengaruhi biaya operasional. Untuk itu, perusahaan akan terus memperkuat ketahanan bisnis melalui pengelolaan biaya yang ketat, peningkatan produktivitas, serta efisiensi rantai pasok agar bisnis tetap tangguh dan adaptif.

“Dari sisi komersial, kami akan melanjutkan upaya memperkuat kepemimpinan di segmen mainstream melalui merek Bintang, memperkokoh fondasi segmen premium dengan Heineken, serta meningkatkan kemampuan route to consumer melalui digitalisasi dan pemanfaatan insight berbasis data,” jelasnya.

Sayangnya, Bambang tidak membeberkan target pendapatan dan laba yang diincar perusahaan untuk tahun 2026. Namun, ia menegaskan komitmen MLBI untuk terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui beberapa prioritas strategis.

Saham-Saham Ini Banyak Diborong Asing Saat IHSG Ambles 1,61% Kemarin

Prioritas strategis tersebut meliputi: pertama, memperkuat portofolio perusahaan di segmen mainstream dan premium agar tetap relevan dengan preferensi konsumen yang terus berkembang. Kedua, meningkatkan efektivitas rute pemasaran dan distribusi melalui digitalisasi serta pemanfaatan insight berbasis data.

Ketiga, memperkuat fondasi operasional melalui optimalisasi proses kerja dan pengelolaan biaya yang disiplin. Dan keempat, mempercepat agenda keberlanjutan perusahaan dalam kerangka “Brew a Better World 2030,” yang mencakup penggunaan energi terbarukan, pengelolaan air, serta sirkularitas material dan kemasan.

“Dengan pendekatan ini, kami percaya bahwa perusahaan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan di tahun 2026,” pungkasnya.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis, berpendapat bahwa kinerja MLBI di tahun 2025 terutama didorong oleh pemulihan konsumsi di segmen hospitality, seperti restoran, bar, dan hotel, yang merupakan jalur distribusi utama produk bir.

Selain itu, kekuatan merek premium serta strategi penyesuaian harga yang diterapkan perusahaan juga membantu menjaga margin keuntungan di tengah tekanan biaya bahan baku yang meningkat.

Untuk tahun 2026, Azis menilai prospek MLBI masih cukup stabil, didukung oleh pemulihan sektor pariwisata dan meningkatnya aktivitas konsumsi di segmen hiburan dan restoran.

“Namun, kinerja perusahaan juga berpotensi menghadapi tantangan dari kenaikan biaya bahan baku, tekanan daya beli konsumen, serta regulasi terkait produk alkohol di Indonesia,” kata Azis memperingatkan.

MLBI Chart by TradingView

Bagi investor, MLBI tetap menarik sebagai saham defensif di sektor konsumer karena memiliki margin yang kuat, merek yang dominan, serta arus kas yang relatif stabil. Meski demikian, potensi pertumbuhan saham ini cenderung moderat karena pasar bir domestik tidak tumbuh terlalu agresif dan regulasinya cukup ketat.

Azis merekomendasikan trading buy untuk saham MLBI dengan target harga Rp 5.600-Rp 5.700 dan support di level Rp 5.350-Rp 5.300 per saham.

Ringkasan

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mencatatkan kinerja positif di tahun 2025 dengan peningkatan pendapatan sebesar 4,69% menjadi Rp 3,54 triliun dan laba bersih naik 3,62% menjadi Rp 1,18 triliun. Keberhasilan ini didorong oleh eksekusi strategi yang disiplin, portofolio merek yang kuat, serta penguatan efektivitas operasional. Perusahaan fokus memperkuat kepemimpinan Bintang di segmen mainstream dan memperluas penetrasi Heineken di segmen premium.

Menatap tahun 2026, MLBI optimis dengan proyeksi ekonomi Indonesia yang stabil, namun tetap waspada terhadap dinamika global. Perusahaan akan terus memperkuat ketahanan bisnis melalui pengelolaan biaya yang ketat, peningkatan produktivitas, dan efisiensi rantai pasok. Kiwoom Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk saham MLBI dengan target harga Rp 5.600-Rp 5.700.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *