Meski pendapatan tumbuh, XLSMART (EXCL) alami rugi bersih Rp 4,43 triliun pada 2025

Shoesmart.co.id JAKARTA. PT XL Axiata Tbk (EXCL) baru-baru ini mengumumkan laporan keuangan perusahaan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Laporan ini memberikan gambaran komprehensif tentang kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun tersebut.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis, EXCL mencatatkan pendapatan sebesar Rp 42,45 triliun pada akhir tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 23,44% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 34,39 triliun. Peningkatan pendapatan ini menjadi sorotan utama dalam laporan keuangan tersebut.

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan EXCL pada tahun 2025 masih berasal dari jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi, dengan nilai mencapai Rp 41,98 triliun. Sementara itu, segmen managed service dan jasa teknologi informasi menyumbang pendapatan sebesar Rp 529,45 miliar. Setelah dikurangi eliminasi sebesar Rp 63,02 miliar, kedua segmen ini tetap memberikan kontribusi yang berarti bagi total pendapatan perusahaan.

XL Axiata (EXCL) Proyeksikan Peningkatan Trafik Layanan Hingga 30% di Musim Lebaran

Seiring dengan peningkatan pendapatan, EXCL juga mencatat kenaikan pada beberapa pos beban. Beban penyusutan mengalami kenaikan sebesar 45,73% yoy menjadi Rp 17,59 triliun pada tahun 2025, dibandingkan dengan Rp 12,07 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban infrastruktur EXCL juga membengkak sebesar 37,92% yoy menjadi Rp 12,3 triliun pada tahun 2025, dari Rp 8,94 triliun pada tahun sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi pada beban interkoneksi dan beban langsung lainnya, yang naik sebesar 49,70% yoy menjadi Rp 4,91 triliun pada tahun 2025, dibandingkan dengan Rp 3,28 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan beban-beban ini memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan EXCL secara keseluruhan.

Maybank Sekuritas Menobatkan XL Axiata (EXCL) Sebagai Top Pick Baru di Sektor Telekomunikasi ASEAN

Akibat kenaikan sejumlah komponen beban tersebut, EXCL mengalami rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,43 triliun pada tahun 2025. Hal ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, di mana EXCL masih mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 1,82 triliun. Perubahan signifikan ini menjadi perhatian utama para investor dan analis.

Pada akhir tahun 2025, EXCL memiliki total aset sebesar Rp 115,32 triliun, yang terdiri dari liabilitas sebesar Rp 85,31 triliun dan ekuitas sebesar Rp 30,01 triliun. Struktur aset, liabilitas, dan ekuitas ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan pada akhir periode laporan.

Kinerja EXCL Diproyeksikan Membaik Pasca Merger XL-Smartfren, Simak Rekomendasi Sahamnya

Ringkasan

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 23,44% menjadi Rp 42,45 triliun pada tahun 2025, terutama didorong oleh jasa GSM mobile dan jaringan telekomunikasi. Namun, perusahaan juga mengalami kenaikan pada sejumlah beban operasional, termasuk beban penyusutan, infrastruktur, dan interkoneksi.

Akibat peningkatan beban tersebut, EXCL mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 4,43 triliun pada tahun 2025, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp 1,82 triliun pada tahun sebelumnya. Total aset perusahaan pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp 115,32 triliun, dengan liabilitas sebesar Rp 85,31 triliun dan ekuitas sebesar Rp 30,01 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *