MEDC: Pinjaman Rp 800 Miliar & Rekomendasi Saham Terbaru

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terus berupaya memacu kinerja perusahaan hingga tahun 2026. Salah satu strategi yang ditempuh MEDC adalah dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman perbankan untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), MEDC menginformasikan bahwa mereka telah menandatangani Perjanjian Kredit dengan PT Bank ICBC Indonesia. Pinjaman yang disetujui memiliki nilai pokok sebesar Rp 800 miliar, dengan masa jatuh tempo 60 bulan sejak tanggal pencairan pertama.

Siendy K. Wisandana, Corporate Secretary MEDC, menjelaskan dalam keterbukaan informasi pada hari Rabu (4/2/2026), bahwa fasilitas kredit dari Bank ICBC Indonesia akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Dana tersebut akan digunakan baik untuk belanja modal (capital expenditure) maupun untuk pendanaan operasional umum perusahaan.

Praska Putrantyo, Chief Executive Officer Edvisor Provina Visindo, menyoroti pentingnya pinjaman ini bagi keberlangsungan operasional MEDC. Terlebih lagi, MEDC menargetkan produksi minyak dan gas (migas) di kisaran 165.000—170.000 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada tahun 2026. Untuk mencapai target ambisius ini, tentu saja dibutuhkan investasi yang signifikan dalam peningkatan kapasitas produksi.

“MEDC juga memerlukan biaya untuk proyek-proyek baru, seperti operasi di Blok B Natuna,” ungkap Praska pada hari Kamis (5/2).

Senada dengan hal tersebut, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa target produksi migas MEDC di tahun 2026 sangat ambisius. Target ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus berupaya meningkatkan *lifting* minyak demi memperkuat ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, menurut Nafan, wajar jika MEDC membutuhkan pendanaan eksternal untuk menjamin kelancaran operasionalnya tahun ini.

Ke depannya, MEDC diperkirakan akan terus aktif mencari berbagai sumber pendanaan. Pasalnya, fokus MEDC tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi migas. Perusahaan juga gencar melakukan ekspansi melalui akuisisi hak partisipasi di berbagai blok migas potensial.

“Selain kredit perbankan, aksi korporasi lain seperti *rights issue* atau *private placement* juga bisa menjadi opsi bagi MEDC untuk mendukung ekspansi usaha mereka, termasuk akuisisi dan peningkatan produksi migas,” jelas Nafan pada hari Kamis (5/2/2026).

Praska menambahkan bahwa opsi pendanaan bagi MEDC terbilang cukup beragam, termasuk penerbitan obligasi. Hal ini didukung oleh tingkat solvabilitas MEDC yang masih tergolong aman. Meskipun demikian, manajemen MEDC tetap perlu memantau dengan cermat kondisi rasio utang dan beban bunga perusahaan.

Praska merekomendasikan untuk beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.580 per saham. Ia juga mengingatkan bahwa volatilitas harga minyak dan sentimen global akan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja keuangan MEDC.

Ringkasan

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memperoleh pinjaman sebesar Rp 800 miliar dari PT Bank ICBC Indonesia dengan masa jatuh tempo 60 bulan. Dana ini akan digunakan untuk belanja modal dan pendanaan operasional perusahaan dalam upaya mencapai target produksi minyak dan gas di kisaran 165.000—170.000 barel setara minyak per hari (BOEPD) pada tahun 2026.

Selain pinjaman, MEDC diperkirakan akan mencari sumber pendanaan lain untuk ekspansi usaha, termasuk akuisisi blok migas. Analis merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.580 per saham, sambil mengingatkan pentingnya memantau volatilitas harga minyak dan sentimen global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *