Shoesmart.co.id – JAKARTA. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menunjukkan performa yang menjanjikan dengan mencatatkan kenaikan laba sepanjang periode Januari hingga September 2025. Kinerja MBMA di tahun 2026 diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh produksi bijih nikel.
Meskipun pendapatan MBMA tercatat sebesar US$ 934,99 juta pada kuartal III-2025, mengalami penurunan 32% secara year on year (yoy), laba bersih perusahaan justru mengalami kenaikan signifikan. Laba bersih MBMA melonjak 37,05% yoy menjadi US$ 25,3 juta.
Menurut Tim Riset Phintraco Sekuritas, penurunan pendapatan sebesar 32% yoy ini disebabkan oleh penghentian sementara produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM). Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga margin keuntungan, yang mengakibatkan penurunan penjualan segmen HGNM sebesar 73% yoy menjadi US$ 144 juta.
“Penurunan pendapatan ini kemudian berdampak pada penurunan biaya pendapatan sebesar 38% yoy, yang pada akhirnya mendorong EBITDA MBMA naik 22% yoy menjadi US$ 140 juta,” jelas Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam risetnya tertanggal 23 Desember 2025.
Terapkan Strategi Produksi Berbiaya Rendah, Begini Rekomendasi Saham MBMA
Miftahul Khaer, Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, memprediksi kinerja MBMA pada kuartal I-2026 akan relatif stabil dengan kecenderungan membaik secara bertahap. Prospek ini didukung oleh kontribusi berkelanjutan dari segmen nikel terintegrasi dan posisi strategis perseroan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik, meskipun pertumbuhan laba belum sepenuhnya agresif.
“Tantangan utama yang dihadapi MBMA pada periode ini berasal dari volatilitas harga nikel global, penyesuaian kebijakan produksi nikel nasional, serta potensi kenaikan biaya operasional dan logistik yang dapat menekan margin dalam jangka pendek,” ungkap Miftahul kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).
Lebih lanjut, Miftahul menambahkan bahwa arah kebijakan pemerintah terkait kuota produksi dan hilirisasi nikel, dinamika permintaan baterai EV global khususnya dari China, serta pergerakan harga nikel dan nilai tukar, menjadi sentimen penting yang perlu dicermati.
“Terkait penyesuaian produksi nikel, dampaknya terhadap MBMA cenderung lebih ke sisi volume dan timing pendapatan,” imbuhnya.
Namun, secara struktural, MBMA dinilai masih diuntungkan oleh model bisnis terintegrasi dan fokus pada produk bernilai tambah. Tekanan jangka pendek tersebut diperkirakan tidak akan mengubah prospek jangka menengah-panjang, selama eksekusi proyek dan permintaan hilir tetap berjalan sesuai rencana.
“Secara tren, MBMA masih bullish, meskipun uncertainty masih tetap ada,” kata Miftahul.
Sementara itu, Devi Praharsa, Equity Research Analyst OCBC Sekuritas, berpendapat bahwa kinerja MBMA pada kuartal I-2026 seharusnya tetap aman, meskipun pemerintah melakukan penyesuaian produksi nikel di tahun 2026. Hal ini dikarenakan perusahaan yang sedang dalam proses pengajuan kembali rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tetap diperbolehkan melakukan produksi sebanyak 25% hingga Maret 2026. Potensi tantangan yang mungkin dihadapi MBMA pada awal tahun adalah faktor cuaca yang dapat mempengaruhi produksi nikel.
Merdeka Battery Materials (MBMA) Beri Pinjaman ke Anak Usaha US$ 51 Juta
“Prospek kinerja MBMA pada kuartal I-2026 cerah, yang secara fundamental terbantu dari kenaikan harga LME nickel,” ujar Devi kepada Kontan, Kamis (29/1/2026).
Arief Machrus, Kepala Riset Ina Sekuritas, melihat bahwa Nickel Pig Iron (NPI) mendorong momentum biaya rendah. Efisiensi biaya telah meningkat, dengan biaya tunai NPI sebesar US$ 9.575/ton pada sembilan bulan di 2025 (turun 8% YoY) dan margin sebesar US$ 1.866/ton, membantu mengimbangi fluktuasi volume dari pemeliharaan Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) yang terjadwal.
Pasokan bijih yang stabil dari tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang menyediakan sekitar 80% bahan baku, akan menjaga produksi saprolit dan limonit dalam target masing-masing 6 juta – 7 juta dan 12,5 juta –15 juta wet metric ton (wmt), sambil mempertahankan biaya tunai pada atau di bawah US$ 23,3/wmt dan US$ 7,9/wmt.
“Ke depan, pendapatan MBMA diperkirakan akan tetap didukung oleh strategi nikel hilir berbiaya rendahnya, dengan NPI tetap menjadi kontributor EBITDA utama,” ujar Arief dalam risetnya pada 12 Januari 2026.
Secara operasional, SCM mencatatkan pertumbuhan tahunan yang kuat, dengan produksi bijih saprolite naik 89% dan produksi bijih limonit naik 51%, setara dengan pertumbuhan QoQ masing-masing sebesar 59% dan 124%. Pada kuartal III-2025, SCM memproduksi dan menjual 2 juta wmt saprolit, sementara produksi limonit mencapai 5,6 juta wmt dengan penjualan 4 juta wmt.
Biaya tunai saprolit turun menjadi US$ 23,3/wmt dari US$ 23,8/wmt yoy dan 3% lebih rendah QoQ, didukung oleh skala ekonomi dan efisiensi yang lebih baik meskipun biaya royalti dan bahan bakar B40 lebih tinggi. Margin saprolit meningkat menjadi US$ 1,5/wmt, naik 49% QoQ tetapi masih 70% lebih rendah yoy karena penurunan 14% pada harga jual rata-rata (ASP).
Arief memproyeksikan pendapatan dan laba bersih MBMA tahun 2025 masing-masing sebesar US$ 1,49 miliar dan US$ 32,9 juta. Untuk tahun 2026, pendapatan dan laba bersih MBMA diproyeksikan mencapai US$ 2,44 miliar dan US$ 140,7 juta. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, MBMA membukukan pendapatan sebesar US$ 1,84 miliar dan laba bersih US$ 22,8 juta.
Arief, Tim Riset Phintraco Sekuritas, dan Devi merekomendasikan buy saham MBMA dengan target harga masing-masing Rp 760 per saham, Rp 670 per saham, dan Rp 900 per saham.
Sedangkan Miftahul merekomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 820 per saham.
Ringkasan
Kinerja PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) diperkirakan akan stabil pada kuartal I-2026 dengan potensi peningkatan bertahap. Meskipun pendapatan kuartal III-2025 mengalami penurunan, laba bersih MBMA justru meningkat signifikan. Penurunan pendapatan disebabkan oleh penghentian sementara produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) sebagai strategi menjaga margin keuntungan.
Volatilitas harga nikel global, kebijakan produksi nikel nasional, dan potensi kenaikan biaya operasional menjadi tantangan bagi MBMA. Namun, model bisnis terintegrasi dan fokus pada produk bernilai tambah dinilai menguntungkan perusahaan dalam jangka menengah-panjang. Beberapa analis merekomendasikan buy saham MBMA dengan target harga yang bervariasi.