Shoesmart.co.id, JAKARTA – Kabar gembira bagi para pemegang saham PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN)! Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (25/5/2026), disetujui pembagian dividen sebesar Rp52 per saham. Keputusan ini diambil setelah perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp393,5 miliar sepanjang tahun 2025.
Rudy Hartono, Direktur Malindo, menyampaikan bahwa kinerja keuangan perseroan pada tahun 2025 menunjukkan tren positif dan solid. Hal ini tercermin dari laba bruto yang mencapai Rp1,29 triliun. Selain itu, laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp393,59 miliar, dan laba komprehensif tahun berjalan menyentuh angka Rp395,08 miliar.
Posisi keuangan Malindo juga terbilang kokoh, dengan jumlah aset mencapai Rp5,70 triliun, liabilitas sebesar Rp2,31 triliun, dana syirkah temporer sebesar Rp518,09 miliar, dan ekuitas sebesar Rp2,88 triliun.
Sebelumnya, Malindo Feedmill (MAIN) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp135,65 Miliar per Kuartal III/2025.
“Penggunaan laba sudah diputuskan dalam RUPST, dan kami akan membagikan dividen Rp52 per lembar saham kepada para pemegang saham,” ungkapnya pada Senin (25/5/2026).
Dari sisi operasional, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Penjualan bersih pada tahun 2025 mencapai Rp12,69 triliun, meningkat 1,52% atau sebesar Rp190,04 miliar dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp12,50 triliun.
Sebelumnya juga diberitakan, Leong Hup Jayaindo Serok 44,55 Juta Saham Malindo (MAIN).
Peningkatan penjualan ini didorong oleh beberapa faktor, di antaranya kenaikan penjualan ayam pedaging sebesar Rp432,53 miliar atau 18,75%, peningkatan penjualan makanan olahan sebesar Rp16,64 miliar atau 12,94%, dan peningkatan penjualan lain-lain sebesar Rp31,39 miliar atau 6,12%. Secara keseluruhan, penjualan bersih tahun 2025 meningkat 1,52% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada kuartal I/2026, penjualan bersih Perseroan mencapai Rp3,69 triliun, naik sebesar Rp526,86 miliar atau 16,61%. Penjualan pakan ternak meningkat 10,92% atau sebesar Rp206,91 miliar, sementara penjualan anak ayam/itik usia sehari melonjak 69,20% atau sebesar Rp330,63 miliar, dari Rp477,77 miliar menjadi Rp808,39 miliar pada periode Maret 2026.
Sebelumnya juga diberitakan, Catat Jadwal Pembagian Dividen Malindo Feedmill (MAIN) Rp65 per Saham.
Meskipun demikian, penjualan ayam pedaging mengalami penurunan sebesar Rp15,91 miliar atau 2,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, penjualan makanan olahan naik 16,81% atau sebesar Rp5,83 miliar, sementara penjualan lain-lain turun 0,48% atau sebesar Rp604 juta.
Laba kotor Perseroan pada kuartal I/2026 meningkat sebesar Rp74,76 miliar atau 22,79%, dari Rp327,97 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp402,73 miliar pada kuartal I/2026.
Peningkatan laba kotor ini berdampak positif pada laba bersih Perseroan, yang meningkat dari Rp62,88 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp123,28 miliar pada akhir Maret 2026, atau naik sebesar Rp60,40 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh harga DOC (Day Old Chick) dan broiler yang cenderung stabil.
Perseroan menjelaskan bahwa dinamika *supply* dan *demand* masih menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga *live bird* dan *day old chick* (DOC) di pasar domestik. Selain itu, perseroan juga menghadapi tekanan dari fluktuasi harga bahan baku utama pakan ternak serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di tengah kondisi pasar yang dinamis, persaingan industri yang semakin ketat mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi di seluruh lini bisnis.
Untuk menjaga profitabilitas dan daya saing, Malindo telah menyiapkan sejumlah strategi utama sepanjang tahun 2026. Salah satunya adalah dengan memperkuat efisiensi operasional dan melakukan *cost management* secara menyeluruh.
Perseroan juga melanjutkan pembangunan fasilitas solar panel sebagai upaya meningkatkan efisiensi energi, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan di tengah tren kenaikan biaya energi global.
Selain itu, Malindo akan mengoptimalkan utilisasi bahan baku dan formulasi pakan guna menekan dampak volatilitas harga komoditas global terhadap biaya produksi.
Dari sisi pertumbuhan bisnis, perseroan membidik potensi peningkatan permintaan pasar domestik maupun ekspor, seiring dengan prospek industri *poultry* yang dinilai masih menjanjikan pada tahun 2026.
Tak hanya itu, Malindo juga melanjutkan transformasi digital melalui percepatan digitalisasi dan peningkatan produktivitas operasional, dengan tujuan memperkuat efisiensi bisnis jangka panjang.
Langkah-langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga kinerja perseroan tetap solid di tengah tantangan industri perunggasan yang masih dibayangi ketidakpastian harga komoditas dan kondisi ekonomi global.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen sebesar Rp52 per saham setelah RUPST menyetujui pembagian tersebut. Keputusan ini diambil karena perseroan berhasil mencatatkan laba bersih Rp393,5 miliar sepanjang tahun 2025, dengan penjualan bersih mencapai Rp12,69 triliun, meningkat 1,52% dibandingkan tahun 2024. Kinerja positif ini didorong oleh peningkatan penjualan ayam pedaging, makanan olahan, dan produk lainnya.
Untuk tahun 2026, MAIN akan memperkuat efisiensi operasional dan melakukan cost management. Perseroan juga akan melanjutkan pembangunan fasilitas solar panel untuk efisiensi energi serta mengoptimalkan utilisasi bahan baku dan formulasi pakan. Selain itu, Malindo menargetkan peningkatan permintaan pasar domestik dan ekspor serta melanjutkan transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis jangka panjang.