JAKARTA, Shoesmart.co.id – Kabar gembira bagi Anda yang sedang mencari investasi properti! Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) meluncurkan program ambisius bertajuk Lelang Akbar BTN 2026. Program ini menawarkan kesempatan emas untuk memiliki properti dengan total 10.000 rumah yang akan dilelang sepanjang tahun.
Inisiatif strategis ini merupakan sinergi antara pemerintah, melalui DJKN, dan BTN, yang bertujuan untuk membuka akses kepemilikan properti seluas-luasnya bagi masyarakat. Lebih dari sekadar lelang biasa, program ini diharapkan dapat memberikan solusi kepemilikan rumah yang terjangkau.
Direktur Lelang DJKN Kemenkeu, Syukriah, menyampaikan optimisme bahwa Lelang Akbar 2026 akan menjadi katalisator investasi properti yang inklusif dan mudah diakses. Selain itu, lelang ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kredit macet atau *non-performing loan* (NPL) BTN.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi erat dan komitmen dari BTN dalam bekerja sama dengan DJKN. Sinergi ini memungkinkan kita untuk berkontribusi dalam menurunkan NPL BTN,” ungkap Syukriah dalam acara peluncuran di Menara BTN, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Program ini menjanjikan proses yang transparan, kompetitif, dan akuntabel bagi masyarakat yang ingin memiliki aset properti. Lelang dilakukan secara digital, memastikan kemudahan dan efisiensi bagi para peserta.
Syukriah menekankan bahwa partisipasi dalam lelang kini jauh lebih sederhana berkat platform digital. “Bagi yang berminat memiliki properti, cukup mendaftar akun di lelang.go.id. Lelang ini diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan, melalui DJKN, sebagai salah satu unit eselon I,” jelasnya.
Lelang Akbar BTN 2026 juga melibatkan 72 Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di seluruh Indonesia. Dengan sistem lelang digital ini, diharapkan industri properti akan semakin bergairah di tahun ini.
Mengenai aspek legalitas, Syukriah menjamin bahwa seluruh rumah yang dilelang, yang merupakan aset ‘bekas’ KPR, telah memenuhi semua persyaratan hukum yang berlaku.
“Tentu saja, proses lelang ini tidak serta merta dilakukan. Pasti sudah melewati tahapan-tahapan panjang,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa dalam prosesnya, mungkin ada somasi atau gugatan pengadilan terkait keputusan pemerintah untuk melelang rumah-rumah yang masuk kategori kredit macet. Namun, ia memastikan bahwa lelang tetap akan dilaksanakan jika status kredit macet atau NPL telah ditetapkan secara definitif.
“Dari sekian banyak gugatan, alhamdulillah, tidak ada satu pun yang kami kalah,” imbuhnya.
Sementara itu, SEVP Assets Management BTN, Benjamen Sihombing, menambahkan bahwa peserta lelang rumah *second* akan mendapatkan penawaran menarik berupa fasilitas pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif.
Fasilitas pembiayaan yang ditawarkan adalah KPR BTN Maju, yang dirancang khusus untuk pembelian rumah tapak maupun rumah susun *ready stock* dari eks produk *mortgage*.
“Suku bunganya sangat kompetitif, dengan jangka waktu yang fleksibel, bahkan bisa mencapai 30 tahun. Suku bunga yang ditawarkan adalah 5%, *fixed* selama 5 tahun,” jelas Benjamen.
Benjamen meyakini bahwa program fasilitas pembiayaan perumahan ini adalah peluang emas karena menawarkan kondisi yang sangat kompetitif. Bahkan, harga properti yang dilelang bisa jauh di bawah harga pasar.
“Secara umum, harganya bisa sekitar 20% sampai 40% di bawah harga pasar,” pungkasnya.
Ringkasan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu dan BTN meluncurkan Lelang Akbar BTN 2026, menawarkan 10.000 rumah eks-KPR yang akan dilelang sepanjang tahun. Inisiatif ini bertujuan membuka akses kepemilikan properti seluas-luasnya dan menurunkan angka kredit macet (NPL) BTN, dengan proses lelang digital yang transparan dan akuntabel melalui platform lelang.go.id.
Rumah yang dilelang telah memenuhi persyaratan hukum dan menawarkan fasilitas pembiayaan KPR BTN Maju dengan suku bunga kompetitif, 5% fixed selama 5 tahun, dan jangka waktu hingga 30 tahun. Harga properti yang dilelang diperkirakan 20% hingga 40% di bawah harga pasar, menjadikannya peluang investasi properti yang menarik.