Lebaran Tiba! Rekomendasi Saham Telekomunikasi untuk Raih Cuan

Shoesmart.co.id JAKARTA. Sektor telekomunikasi diramalkan akan menuai berkah Lebaran. Secara historis, perayaan Idul Fitri selalu memicu lonjakan trafik layanan dan data bagi para operator seluler, jauh melampaui rata-rata harian.

PT XL Axiata Tbk (EXCL), kini bernama XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART), telah memproyeksikan peningkatan trafik layanannya. Mereka memperkirakan lonjakan signifikan, berkisar antara 20% hingga 30%, selama periode Ramadan dan libur panjang Lebaran 2026.

Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam, menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memastikan jaringan tetap optimal dalam menghadapi lonjakan trafik tersebut.

“Sejalan dengan proses integrasi jaringan yang masih berlangsung, XLSMART terus melakukan penambahan kapasitas yang signifikan,” jelasnya pada hari Rabu, 11 Februari 2026.

Persiapan jaringan difokuskan di sepanjang jalur mudik dan area-area wisata. XLSMART mengoperasikan lebih dari 100 MBTS (Mobile Base Transceiver Station) di berbagai wilayah, termasuk 60 MBTS 5G untuk mendukung kebutuhan data yang tinggi.

Cermati Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG untuk Hari Ini (12/2)

Di area-area tujuan mudik, utilisasi jaringan diperkirakan mencapai 60%–70%. Kota-kota utama di Jawa Tengah dan Jawa Timur akan mengalami kenaikan trafik yang signifikan, terutama di jalur mudik dan area wisata.

“Jaringan XLSMART diperkirakan akan mengalami kenaikan trafik hampir di semua wilayah/region, dan Jawa masih menjadi kontributor utama untuk kenaikan trafik,” lanjut Shurish.

Analis Riset Ekuitas MNC Sekuritas, Christian Sitorus, berpendapat bahwa sektor telekomunikasi akan tetap mendapatkan dukungan dari stabilitas makroekonomi, dengan proyeksi pertumbuhan PDB tahun buku 2026 sebesar 4,9%–5,3%.

Meskipun penetrasi seluler telah melampaui 80%, penetrasi fixed broadband masih di bawah 20% rumah tangga, terutama akibat keterbatasan investasi last-mile di masa lalu. Hal ini menjadi pendorong pertumbuhan trafik data yang kuat, diperkirakan mencapai sekitar 27% secara tahunan atau Year on Year (YoY). Kondisi ini mendorong kebutuhan belanja modal (capex) untuk fiber yang lebih disiplin.

Analis Riset Ekuitas Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus & Belva Monica, memproyeksikan EBITDA agregat para operator telekomunikasi dapat tumbuh 7% secara tahunan, yang didukung oleh beberapa faktor.

“Perbaikan ARPU seluler di tengah pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang meningkat sekitar 5,2% YoY pada 2026, penggunaan data seluler dan data yield yang lebih baik,” tulis Aurelia dan Belva dalam risetnya.

Serap 1,43 Miliar Saham, Dana Buyback Darma Henwa (DEWA) Tersisa Rp 130 Miliar

Indo Premier Sekuritas memperkirakan penggunaan data akan tumbuh 9% YoY. Sementara data yield yang membaik, meskipun masih turun minus 2% YoY di 2026 dibandingkan 2025 yang minus 12% YoY.

Lebih lanjut, Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi. Mereka menilai masih ada ruang re-rating bagi operator Indonesia untuk mempersempit kesenjangan valuasi.

Dengan urutan saham unggulan, EXCL, TLKM dan ISAT. EXCL dinilai unggul karena pertumbuhan EBITDA tercepat dengan CAGR 9% pada 2024–2027 dan memiliki operating leverage terkuat.

Sementara itu, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor ini, yang mencerminkan prospek pertumbuhan yang lebih seimbang seiring monetisasi pengguna yang secara bertahap membaik.

Menurut Christian, emiten yang mampu memperdalam pendapatan per pengguna sekaligus memaksimalkan sinergi berbagi infrastruktur berpotensi mengungguli para pesaingnya.

ISAT Chart by TradingView

Adapun saham pilihan utama MNC Sekuritas jatuh pada TLKM. Christian merekomendasikan beli TLKM dengan target harga di Rp 4.000 per saham.

Ringkasan

Sektor telekomunikasi diprediksi akan mendapatkan keuntungan dari momen Lebaran, dengan lonjakan trafik layanan dan data. XLSMART memproyeksikan peningkatan trafik antara 20% hingga 30% selama Ramadan dan libur Lebaran 2026, dengan fokus persiapan jaringan di jalur mudik dan area wisata. Perusahaan telah melakukan penambahan kapasitas jaringan untuk mengantisipasi kenaikan trafik, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Analis memproyeksikan pertumbuhan positif untuk sektor telekomunikasi didukung oleh stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi *overweight* untuk sektor ini, dengan saham unggulan EXCL, TLKM, dan ISAT. Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 4.000 per saham, menekankan pentingnya emiten dalam memaksimalkan sinergi berbagi infrastruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *