Shoesmart.co.id – JAKARTA. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan fitur inovatif, Live Accumulation/Distribution Indicator (LADI), sebuah layanan yang menyajikan indikator akumulasi dan distribusi saham berbasis data real-time. IPOT mengklaim bahwa fitur ini adalah yang pertama dan satu-satunya yang tersedia bagi investor ritel di Indonesia.
Inisiatif ini secara tidak langsung menyoroti adanya keterbatasan pada sebagian besar aplikasi sekuritas yang beredar saat ini. Kebanyakan aplikasi tersebut berfungsi sebagai penampil data yang hanya menampilkan indikator berdasarkan data historis atau snapshot, alih-alih menjadi mesin analitik yang beroperasi berdasarkan streaming real-time.
Moleonoto, CEO PT Indo Premier Sekuritas, menekankan betapa krusialnya kecepatan informasi dalam pasar yang fluktuatif. Menurutnya, bahkan selisih waktu yang sangat kecil dapat berdampak signifikan terhadap kualitas keputusan masuk (entry) dan keluar (exit) seorang investor.
“Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat dinamika pasar, akan ada kesenjangan antara realitas dan persepsi. Dalam dunia trading, kesenjangan ini bisa berarti masuk pasar setelah momentumnya hilang, atau keluar setelah distribusi terjadi,” jelas Moleonoto dalam keterangan resminya, Rabu (25/2/2026).
IHSG Dibuka Naik ke 8.353, Top Gainers LQ45: INCO, NCKL dan EXCL, Rabu (25/2)
IPOT menekankan bahwa penggunaan indikator yang tidak real-time bukan hanya sekadar keterbatasan fitur, tetapi juga mengandung implikasi risiko yang nyata bagi investor ritel. Pertama, keterlambatan dalam mendeteksi akumulasi atau distribusi dapat menyebabkan investor masuk pasar ketika fase akumulasi sudah hampir selesai, atau keluar setelah distribusi sudah berlangsung. Seringkali, momentum penting terjadi sebelum pergerakan harga yang signifikan terlihat, dan indikator berbasis penampil data berpotensi tertinggal.
Kedua, hal ini dapat memicu ilusi ketepatan waktu (false sense of timing). Investor merasa telah membaca sinyal pasar dengan benar, padahal indikator yang digunakan sebenarnya mencerminkan kondisi historis, bukan tekanan beli atau jual yang sedang berlangsung saat itu.
Ketiga, indikator non-live cenderung mendorong trading yang reaktif, yang berfokus pada harga dan bukan pada tekanan yang mendasari pergerakan tersebut (underlying pressure). Dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif, pendekatan reaktif ini dapat meningkatkan risiko kesalahan eksekusi.
Keempat, tanpa integrasi real-time dalam satu tampilan, investor terpaksa berpindah-pindah halaman untuk melakukan verifikasi tambahan, yang pada akhirnya memperlambat proses analisis secara keseluruhan.
“Dalam konteks inilah IPOT menilai bahwa standar teknologi di industri sekuritas perlu berevolusi. Jika pasar bergerak secara real-time, maka indikator yang digunakan juga seharusnya real-time,” tegas Moleonoto.
Moleonoto menambahkan bahwa mengembangkan indikator real-time bukan sekadar memperbarui tampilan antarmuka pengguna. Proses ini membutuhkan infrastruktur data streaming berkecepatan tinggi, sistem low-latency, kemampuan algorithmic coding yang presisi, serta tim kuantitatif internal yang mampu merancang dan menguji model analitik secara berkelanjutan.
Menurutnya, tidak semua perusahaan sekuritas memiliki kapabilitas teknis yang memadai untuk mengembangkan fitur seperti ini, mengingat kompleksitas engineering dan kebutuhan investasi teknologi yang signifikan. Banyak platform memilih untuk tetap menggunakan model data viewer karena lebih sederhana dan lebih ringan dari segi sistem.
IPOT memilih jalur yang berbeda: membangun mesin algoritmik LADI secara internal untuk memastikan bahwa indikator diperbarui secara kontinu seiring dengan terjadinya transaksi di pasar.
Fitur Accumulation/Distribution Indicator sendiri merupakan alat analisis yang umum digunakan dalam trading institusional untuk mengukur tekanan beli dan jual sebelum tekanan tersebut sepenuhnya tercermin dalam pergerakan harga.
“Dengan menghadirkan LADI kepada investor ritel, IPOT melakukan demokratisasi teknologi institutional-grade. Investor ritel kini memiliki akses ke alat presisi tinggi yang sebelumnya identik dengan pelaku pasar besar,” pungkas Moleonoto.
Ringkasan
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan Live Accumulation/Distribution Indicator (LADI), indikator akumulasi dan distribusi saham real-time pertama untuk investor ritel di Indonesia. Fitur ini bertujuan mengatasi keterbatasan aplikasi sekuritas yang umumnya hanya menampilkan data historis. CEO IPOT, Moleonoto, menekankan pentingnya kecepatan informasi dalam pasar yang fluktuatif, karena selisih waktu kecil dapat memengaruhi keputusan investasi.
LADI membantu investor menghindari risiko terlambat mendeteksi akumulasi atau distribusi, serta mencegah ilusi ketepatan waktu akibat indikator berbasis data historis. Pengembangan indikator real-time memerlukan infrastruktur data streaming berkecepatan tinggi dan kemampuan algorithmic coding. Dengan LADI, IPOT menghadirkan teknologi institutional-grade kepada investor ritel, memberikan akses ke alat analisis presisi tinggi yang sebelumnya hanya digunakan oleh pelaku pasar besar.