Shoesmart.co.id – JAKARTA. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, BREN berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 605 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,4% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan US$ 597 juta pada tahun 2024. Pendorong utama pertumbuhan ini adalah stabilitas produksi listrik panas bumi serta kontribusi signifikan dari Unit Binary Salak.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA BREN tercatat solid di angka US$ 518 juta, naik tipis 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, margin EBITDA tetap terjaga di level yang sangat baik, yaitu 85,6%. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional perusahaan dan disiplin dalam pengelolaan biaya.
Lebih lanjut, laba setelah pajak BREN mencapai US$ 165 juta, tumbuh 6,5% secara tahunan dibandingkan US$ 155 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja operasional dan keberhasilan perseroan dalam mengoptimalkan utang, sehingga menekan beban bunga.
Sebagai hasilnya, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih juga mencatat pertumbuhan yang signifikan, yaitu 8,3% YoY menjadi US$ 132 juta, naik dari US$ 122 juta pada periode sebelumnya.
Harga Perak Terkoreksi di Tengah Tensi Geopolitik, Ini Prospek Selanjutnya
Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan ketahanan bisnis BREN dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk tekanan pada segmen pembangkit listrik tenaga angin.
“Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan mendapatkan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami,” ungkap Hendra dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Secara operasional, BREN mencatatkan sejumlah pencapaian penting sepanjang tahun 2025. Proyek retrofit Salak berhasil diselesaikan pada kuartal III 2025 dengan tambahan kapasitas sebesar 7,7 MW, melampaui ekspektasi awal.
Dengan penambahan tersebut, total kapasitas terpasang BREN mencapai 910 MW hingga akhir tahun 2025. Selain itu, BREN juga mencatat kemajuan yang menggembirakan pada proyek Hamidingan, dengan menyelesaikan dua sumur eksplorasi pada Desember 2025. Hal ini mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55 MW – 60 MW.
Dari sisi neraca, total aset BREN mengalami peningkatan menjadi US$ 3,87 miliar pada akhir tahun 2025. Sementara itu, total liabilitas berhasil diturunkan menjadi US$ 2,98 miliar. Penurunan liabilitas ini turut berkontribusi pada perbaikan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) menjadi 2,36 kali.
Ke depannya, BREN akan terus melanjutkan pengembangan proyek panas bumi, termasuk Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026.
Harga Emas Antam Hari Ini, Jumat (20/3), Turun Rp 50.000 Jadi Rp 2.893.000 Per Gram
Setelah proyek-proyek tersebut rampung, kapasitas panas bumi Perseroan diperkirakan akan melampaui angka 1 GW.
“Ke depan, kami tetap fokus untuk melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami,” pungkas Hendra.
Ringkasan
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan kinerja keuangan yang positif di tahun 2025, dengan pendapatan mencapai US$605 juta, meningkat 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$132 juta, naik 8,3% secara tahunan, didorong oleh stabilitas produksi listrik panas bumi dan kontribusi Unit Binary Salak. EBITDA BREN juga solid di angka US$518 juta, dengan margin EBITDA terjaga di level 85,6%.
Selain peningkatan kinerja keuangan, BREN juga mencatatkan penyelesaian proyek retrofit Salak pada kuartal III 2025, menambah kapasitas sebesar 7,7 MW sehingga total kapasitas terpasang mencapai 910 MW. Perusahaan juga terus mengembangkan proyek panas bumi, termasuk Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang diharapkan beroperasi komersial pada akhir tahun 2026, sehingga kapasitas panas bumi diperkirakan melampaui 1 GW.