Shoesmart.co.id – Pasar saham Asia-Pasifik terpantau menggeliat dan mengukir penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (22/1/2026) pagi. Kenaikan ini mengikuti jejak reli Wall Street yang impresif, dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang melunakkan ancaman penerapan tarif terhadap negara-negara Eropa.
Sentimen positif di pasar global semakin menguat setelah Trump secara tegas menarik kembali pernyataannya mengenai potensi penerapan tarif yang terkait dengan isu Greenland, sebuah langkah yang segera meredakan ketegangan geopolitik.
Berbicara di ajang World Economic Forum (WEF) di Davos, Trump lebih lanjut menegaskan komitmen bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau Arktik strategis tersebut. Pernyataan ini sontak meredakan kekhawatiran geopolitik global yang sempat memanas.
Presiden Trump bahkan menambahkan informasi krusial bahwa dirinya telah membentuk “kerangka kerja kesepakatan di masa depan terkait Greenland” bersama Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menandakan upaya diplomatik yang serius untuk menstabilkan hubungan.
Rekomendasi Saham Kamis (22/1) dari BRI Danareksa: Buy ANTM, PSKT, EMTK & Sell MNCN
Seiring dengan meredanya tensi geopolitik global, optimisme investor kembali menyelimuti bursa saham di kawasan Asia. Mayoritas indeks menunjukkan penguatan yang solid, menandai respons positif terhadap perkembangan terbaru.
Melansir data dari CNBC, Indeks Kospi Korea Selatan menjadi lokomotif penguatan di kawasan ini, berhasil melonjak lebih dari 2% dan secara impresif menembus level psikologis 5.000. Tak ketinggalan, indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, juga turut menguat sebesar 1,29%.
Di Jepang, bursa saham juga mengukir kinerja positif. Indeks Nikkei 225 tercatat naik 1,22%, sementara indeks Topix turut menguat 1,03%. Dari sisi data ekonomi, ekspor Jepang pada bulan Desember tumbuh 5,1% secara tahunan, meskipun angka ini sedikit di bawah estimasi para analis yang dihimpun oleh Reuters.
Bursa Australia pun tak ketinggalan dalam tren positif ini. Indeks S&P/ASX 200 berhasil menguat 0,78% pada perdagangan awal, membalikkan koreksi sekitar 0,4% yang terjadi pada sesi sebelumnya dan menunjukkan pemulihan kepercayaan investor.
Di Hong Kong, kontrak berjangka Indeks Hang Seng menunjukkan sinyal positif, diperdagangkan di level 26.616. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir Indeks Hang Seng yang berada di 26.585,06, mengindikasikan prospek pembukaan yang kuat.
Wall Street Ditutup Menguat Rabu (21/1), Kesepakatan Greenland Selamatkan Pasar
Penguatan signifikan yang terjadi di bursa Asia ini sepenuhnya sejalan dengan kinerja impresif pasar saham Amerika Serikat pada perdagangan semalam, yang telah memberikan dorongan sentimen global.
Tiga indeks utama AS mencatat kenaikan solid: Dow Jones Industrial Average melonjak 1,21%, S&P 500 naik 1,16%, dan Nasdaq Composite turut menguat sebesar 1,18%, menegaskan optimisme yang menyelimuti pasar.
Ringkasan
Pasar saham Asia-Pasifik menguat signifikan pada Kamis (22/1/2026), menyusul reli Wall Street dan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang melunakkan ancaman tarif terhadap Eropa. Trump juga menarik kembali pernyataannya mengenai Greenland dan menegaskan AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk pulau tersebut di WEF Davos. Hal ini meredakan ketegangan geopolitik global dan memicu optimisme investor.
Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan, melonjak lebih dari 2% dan menembus level 5.000, diikuti oleh Kosdaq yang naik 1,29%. Bursa saham Jepang, seperti Nikkei 225, naik 1,22%, sementara S&P/ASX 200 Australia menguat 0,78%. Penguatan ini sejalan dengan kinerja impresif bursa AS semalam, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq juga mencatat kenaikan solid.