Kospi Korsel Melesat! Bursa Asia Bergairah, Data Jepang-Iran Jadi Sorotan

Shoesmart.co.id – Pasar saham Asia menunjukkan tren positif pada hari Rabu (18/3/2026), dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan. Sentimen pasar didorong oleh evaluasi investor terhadap data perdagangan Jepang serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang terus dipantau.

Eskalasi konflik di kawasan tersebut memicu kekhawatiran baru, terutama setelah serangkaian serangan yang menargetkan infrastruktur energi Uni Emirat Arab (UEA). Kekhawatiran ini berpusat pada potensi gangguan pasokan energi jangka panjang yang mungkin terjadi akibat konflik dengan Iran.

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang insiden serupa, termasuk serangan drone terhadap proyek pengembangan gas ultra-asam terbesar di dunia, kebakaran di Kawasan Industri Minyak Fujairah, dan kerusakan pada sebuah kapal tanker di dekat Selat Hormuz yang strategis. Rangkaian kejadian ini semakin meningkatkan ketidakpastian di pasar energi global.

Pada pukul 19:33 ET, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) terpantau mengalami kenaikan tipis sebesar 0,06%, mencapai US$96,27 per barel. Pergerakan harga minyak ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan di Timur Tengah.

Di bursa saham Asia, indeks Kospi melonjak 2,8%, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham dengan kapitalisasi kecil juga mengalami kenaikan sebesar 1,66%. Kinerja positif ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar Korea Selatan.

Pasar saham Jepang juga mencatatkan penguatan. Indeks Nikkei 225 naik signifikan sebesar 1,38%, sementara indeks Topix menguat 0,95%. Kenaikan ini didukung oleh data ekonomi terbaru yang menunjukkan peningkatan ekspor Jepang sebesar 4,2% secara tahunan pada bulan Februari, melampaui ekspektasi para analis.

Sebelumnya, ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan ekspor sebesar 1,6%. Perlu dicatat bahwa ekspor Jepang pada bulan sebelumnya mengalami lonjakan yang lebih tinggi, mencapai 16,8%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia relatif stabil pada awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka Hong Kong Hang Seng berada di level 25.891, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir di angka 25.868,54.

Di pasar saham Amerika Serikat pada hari Selasa (17/3/2026), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,25% ke level 6.716,09. Nasdaq Composite juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,47% menjadi 22.479,53, dan Dow Jones Industrial Average naik 46,85 poin atau 0,1% menjadi 46.993,26. Wall Street tampaknya melanjutkan momentum positif dari sesi sebelumnya, dengan investor tetap fokus pada perkembangan perang di Iran.

Ringkasan

Pasar saham Asia menunjukkan tren positif, dipimpin oleh kenaikan indeks Kospi Korea Selatan sebesar 2,8%. Penguatan ini didorong oleh data perdagangan Jepang yang positif dan perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya eskalasi konflik yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Selain Korea Selatan, indeks Nikkei 225 Jepang juga naik 1,38% berkat data ekspor yang melampaui ekspektasi. Pasar saham Amerika Serikat juga menunjukkan penguatan, dengan indeks S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *