Shoesmart.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan hanya akan merasakan dampak terbatas dari ketegangan geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Namun demikian, sektor saham yang berkaitan dengan emas justru diproyeksikan dapat meraup keuntungan signifikan dari dinamika konflik ini.
Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, menjelaskan bahwa eskalasi ketegangan antara AS dan Venezuela tidak akan memberikan dampak fundamental yang mendalam pada IHSG. Ia menilai, gejolak ini lebih bersifat sentimen global yang bisa memicu reaksi pasar sementara. “Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena konflik ini berpotensi memicu sentimen risk-off jangka pendek, penguatan dolar AS, serta volatilitas aliran dana asing,” ujar Mifta pada Senin (5/1/2026).
Salah satu dampak paling nyata dari memanasnya konflik AS-Venezuela kemungkinan akan terasa pada beberapa komoditas global. Ketidakpastian ini cenderung membuat harga minyak lebih sensitif, yang bisa menjadi dorongan positif selektif bagi emiten di sektor energi, termasuk batu bara, asalkan tidak diimbangi oleh pelemahan permintaan global. Di sisi lain, untuk komoditas emas, Mifta menegaskan bahwa ketidakpastian geopolitik semacam ini justru akan mengukuhkan perannya sebagai aset safe haven. “Terlebih lagi jika tensi berlarut dan disertai ekspektasi pelonggaran moneter global pada 2026, saham-saham emas berpeluang kembali terdorong secara signifikan,” tambahnya.
ESDM Jamin Harga BBM Nonsubsidi Tak Naik Imbas Ketegangan AS-Venezuela
Senada dengan pandangan tersebut, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnusubroto, menilai bahwa perkembangan geopolitik AS-Venezuela berpotensi memicu sentimen risk-off sementara pada awal pekan ini. “Kondisi ini dapat mendorong kenaikan harga minyak, emas, dan dolar AS. Namun demikian, kami menilai sentimen tersebut bersifat sementara,” jelas Rully dalam risetnya.
Rully lebih lanjut menjelaskan bahwa dampak langsung dari ketegangan geopolitik ini terhadap Indonesia dinilai relatif terbatas. Hal ini mengingat porsi ekspor Indonesia ke Venezuela yang tergolong kecil. Data terkini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia ke Venezuela selama sepuluh bulan pertama tahun 2025 hanya mencapai US$68,7 juta, yang merupakan sekitar 0,03% dari total ekspor Indonesia pada periode yang sama. Komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Venezuela meliputi tekstil, produk kapas, karet alam, produk kayu, peralatan listrik, alas kaki, serta barang olahraga. Sementara itu, Indonesia mengimpor plastik dan beberapa jenis bahan kimia tertentu dari Venezuela.
Sektor Saham Terdampak Konflik AS–Venezuela, dari Energi hingga Emas
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela diperkirakan hanya akan berdampak terbatas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Meskipun demikian, saham-saham terkait emas diproyeksikan meraih keuntungan signifikan karena emas berfungsi sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian. Analis juga mencatat bahwa konflik ini dapat memicu sentimen risk-off jangka pendek serta membuat harga minyak lebih sensitif, yang berpotensi positif bagi emiten energi tertentu.
Para analis menilai bahwa gejolak ini lebih bersifat sentimen global sementara yang tidak memberikan dampak fundamental mendalam. Dampak langsung konflik terhadap perekonomian Indonesia juga dinilai relatif terbatas. Hal ini disebabkan porsi ekspor Indonesia ke Venezuela yang sangat kecil, hanya sekitar 0,03% dari total ekspor. Oleh karena itu, sentimen negatif global yang muncul diperkirakan bersifat sementara.