KLBF Bagi Dividen Terendah! Saatnya Wait & See? Analis Ungkap

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 936,26 miliar, yang setara dengan Rp 20 per saham, untuk tahun buku 2025. Meskipun mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang menggembirakan sebesar 13,09% *year-on-year* (YoY) menjadi Rp3,66 triliun, nilai dividen per saham ini tercatat sebagai yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Abdul Azis Setyo Wibowo, *Equity Research* Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, berpendapat bahwa kebijakan dividen ini masih dapat diterima, mengingat tantangan eksternal yang tengah dihadapi oleh sektor farmasi. “Di tengah kondisi rupiah yang terus melemah, keputusan ini sudah cukup bijaksana. KLBF juga perlu menjaga margin keuntungannya, terutama mengingat potensi kenaikan biaya akibat pelemahan rupiah dan lonjakan harga komoditas,” ungkapnya kepada Kontan, Jumat (29/5/2026).

Lebih lanjut, Azis menjelaskan bahwa secara *yield*, dividen KLBF masih menawarkan daya tarik tersendiri, berada di kisaran 2,60%. Keputusan perusahaan untuk menahan sebagian besar laba bersih demi ekspansi juga dinilai sebagai langkah yang strategis.

“Alokasi sisa laba untuk ekspansi merupakan strategi yang tepat, mengingat masih ada peluang pengembangan bisnis yang signifikan. Namun, kunci utamanya tetap pada pengendalian biaya operasional,” jelas Azis.

Dari sudut pandang strategi bisnis, Azis menekankan pentingnya efisiensi dan penguatan portofolio produk untuk menjaga profitabilitas perusahaan di tengah tekanan daya beli konsumen. “Strategi yang paling krusial adalah menjaga efisiensi operasional dan memperkuat portofolio produk dengan margin yang lebih tinggi, terutama di segmen *consumer health* dan nutrisi,” tegasnya.

Selain itu, diversifikasi sumber bahan baku, pengendalian biaya distribusi, serta inovasi produk dianggap sebagai faktor penting untuk menjaga margin keuntungan perusahaan di tengah fluktuasi nilai tukar dan kondisi makroekonomi yang dinamis.

Melihat ke depan, Azis memperkirakan kinerja KLBF pada tahun 2026 akan tetap solid, didukung oleh karakter bisnisnya yang defensif dan jaringan distribusi yang luas. “Pendapatan dan laba bersih diperkirakan masih akan tumbuh, meskipun dengan laju yang lebih moderat akibat tekanan daya beli dan kenaikan biaya bahan baku impor,” imbuhnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Azis merekomendasikan investor untuk mengambil sikap *wait and see* terhadap saham KLBF, seiring dengan pergerakan harga saham yang masih menunjukkan tren penurunan.

Ringkasan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan membagikan dividen tunai Rp 20 per saham untuk tahun buku 2025, yang merupakan nilai terendah dalam lima tahun terakhir meskipun laba bersih tumbuh 13,09%. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai kebijakan ini bijaksana mengingat tantangan eksternal seperti pelemahan rupiah dan potensi kenaikan biaya.

Meskipun *yield* dividen KLBF masih menarik di kisaran 2,60%, alokasi sisa laba untuk ekspansi dinilai strategis. Analis menekankan pentingnya efisiensi operasional, penguatan portofolio produk, diversifikasi sumber bahan baku, dan inovasi produk untuk menjaga profitabilitas. Investor disarankan untuk mengambil sikap *wait and see* terhadap saham KLBF karena tren penurunan harga saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *