Kevin Warsh Jadi Bos The Fed? Trump Sudah Pilih!

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Presiden Donald Trump secara resmi menunjuk Kevin Warsh sebagai kandidat kuat untuk menduduki kursi ketua Federal Reserve (The Fed). Penunjukan ini sontak menjadi sorotan pelaku pasar dan pengamat ekonomi.

Trump, presiden AS ke-47, memilih sosok yang sudah tak asing lagi di lingkungan The Fed. Warsh pernah menjabat sebagai gubernur bank sentral tersebut dari tahun 2006 hingga 2011. Mengutip laporan BBC, The Fed saat ini tengah menghadapi tekanan politik dari Gedung Putih, terutama terkait kebijakan suku bunga yang diambil.

“Saya sudah mengenal Kevin sejak lama dan saya yakin dengan kemampuannya,” ujar Trump melalui akun media sosial Truth miliknya pada Jumat (30/1/2026). “Dia sangat kompeten dan tidak akan mengecewakan Anda.”

Baca Juga: Sabda Donald Trump dan Efeknya pada Kenaikan Harga Emas

Ekonom berusia 55 tahun ini sebelumnya juga sempat masuk dalam radar Trump untuk posisi ketua The Fed pada masa jabatan pertamanya. Warsh dikenal memiliki reputasi yang relatif “hawkish” atau cenderung menekan inflasi selama masa jabatannya sebagai gubernur The Fed.

Dalam sebuah pidato yang disampaikan pada April lalu, Warsh menyoroti bahwa kebijakan fiskal Amerika Serikat berada pada “jalur yang berbahaya.” Ia menekankan adanya peningkatan pengeluaran yang kurang terkontrol, khususnya setelah pandemi Covid-19 melanda dunia.

Baca Juga: Presiden Brazil Kritik Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump

“Semakin The Fed ikut campur dalam hal-hal di luar kewenangannya, semakin besar risiko yang ditimbulkan terhadap kemampuannya untuk menjaga stabilitas harga dan mencapai lapangan kerja penuh,” tegas Warsh.

Bloomberg melaporkan pada Jumat (30/1/2026) bahwa Trump mengumumkan rencananya untuk mengumumkan calon pimpinan bank sentral AS pada Jumat pagi waktu setempat.

Baca Juga: Teka Teki Bau Menyengat di World Economic Forum yang Dihadiri Donald Trump

Namun, seorang sumber anonim menegaskan bahwa keputusan ini belum final sebelum diumumkan secara resmi oleh Trump. Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih maupun Kevin Warsh belum memberikan komentar resmi terkait hal tersebut.

Warsh, mantan Gubernur The Fed yang menjadi salah satu dari empat kandidat teratas dalam daftar pendek Trump, dilaporkan mengunjungi Gedung Putih pada Kamis lalu. Spekulasi mengenai pengangkatannya langsung memicu reaksi di pasar keuangan.

Indeks saham AS mengalami pelemahan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury yields) justru bergerak naik seiring dengan meningkatnya keyakinan pasar bahwa Warsh akan menjadi Ketua The Fed berikutnya.

Ringkasan

Presiden Donald Trump dikabarkan telah memilih Kevin Warsh, mantan Gubernur The Fed, sebagai kandidat kuat untuk menduduki kursi ketua Federal Reserve. Keputusan ini menjadi sorotan karena Warsh dikenal memiliki pandangan “hawkish” atau cenderung menekan inflasi dan pernah menjabat di The Fed dari tahun 2006 hingga 2011.

Pengumuman ini memicu reaksi di pasar keuangan, dengan indeks saham AS mengalami pelemahan dan imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury yields) meningkat. Warsh sebelumnya mengkritik kebijakan fiskal Amerika Serikat yang dianggap berada pada “jalur yang berbahaya” terutama setelah pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *