Kenaikan IHSG ditopang net buy jumbo asing, cermati saham yang banyak diborong

Shoesmart.co.id JAKARTA. Setelah libur panjang perayaan Imlek, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan di zona hijau.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, pada penutupan perdagangan Rabu (18 Februari 2026), IHSG melonjak signifikan sebesar 97,05 poin atau setara dengan 1,19%, mencapai level 8.310,22. Kenaikan ini menunjukkan optimisme pasar setelah periode libur.

Seluruh indeks sektoral di BEI turut memberikan dukungan terhadap penguatan IHSG. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 3,25%, diikuti oleh sektor energi yang naik 2,45%. Sektor barang konsumen non primer mencatatkan kenaikan sebesar 2,00%, sementara sektor infrastruktur tumbuh 1,94%. Sektor perindustrian dan barang konsumen primer masing-masing menguat sebesar 1,91% dan 1,71%.

Sektor teknologi juga tak ketinggalan dengan kenaikan sebesar 1,35%, diikuti oleh sektor keuangan yang naik 0,89%. Sektor properti dan real estate mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,67%, sementara sektor barang baku naik 0,58%, dan sektor kesehatan tumbuh tipis sebesar 0,12%.

Total volume perdagangan saham di BEI pada hari tersebut mencapai 51,91 miliar saham, dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 23,62 triliun. Aktivitas perdagangan yang tinggi ini mencerminkan antusiasme investor terhadap pasar saham.

Secara keseluruhan, terdapat 454 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 216 saham mengalami penurunan, dan 145 saham lainnya stagnan. Dinamika pasar ini menunjukkan adanya pergerakan yang cukup bervariasi di antara berbagai saham.

Di tengah penguatan IHSG, investor asing mencatatkan net buy yang cukup besar, mencapai Rp 1,44 triliun di seluruh pasar. Hal ini mengindikasikan kepercayaan investor asing terhadap prospek pasar saham Indonesia.

IHSG Menguat 3,49% ke 8.212 Selama Sepekan, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing

Berikut adalah daftar 10 saham dengan net buy terbesar oleh investor asing pada hari Rabu:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 660,53 miliar
2. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 648,76 miliar
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 164,94 miliar
4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 106,08 miliar
5. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 103,75 miliar
6. PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) Rp 96,48 miliar
7. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 79,73 miliar
8. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 77,14 miliar
9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 53,19 miliar
10. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 51,04 miliar

IHSG Terkoreksi 0,64%, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan Ini


Ringkasan

IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 1,19% ke level 8.310,22 setelah libur panjang Imlek, didorong oleh penguatan seluruh sektor dengan sektor transportasi memimpin. Volume perdagangan mencapai 51,91 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 23,62 triliun, menunjukkan antusiasme investor. Terdapat 454 saham yang naik, 216 turun, dan 145 stagnan.

Investor asing mencatatkan *net buy* jumbo sebesar Rp 1,44 triliun di seluruh pasar, mengindikasikan kepercayaan pada pasar saham Indonesia. Saham-saham dengan *net buy* terbesar asing dipimpin oleh Bank Mandiri (BMRI) dengan Rp 660,53 miliar dan Impack Pratama Industri (IMPC) dengan Rp 648,76 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *