Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak akan mengadakan acara open house pada Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penghematan anggaran. Keputusan ini sejalan dengan imbauan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada seluruh menteri dan pejabat negara untuk tidak berlebihan dalam menyelenggarakan open house Lebaran.
“Enggak boleh katanya open house, enggak boleh. Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit. Ngirit,” ujar Purbaya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/3), menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.
Selain itu, Purbaya juga membocorkan lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri tahun ini. Ia berencana untuk melaksanakan salat di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang terletak di Jakarta Selatan. “Saya di pajak, kantor pusat pajak,” katanya singkat.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga telah menyampaikan pesan serupa. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/8), Prabowo meminta para pejabat untuk tidak menggelar open house yang bermewah-mewahan pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,” tegas Prabowo. Ia mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Indonesia, terutama mengingat masih banyak warga di Sumatra yang tengah berduka akibat bencana.
Meski demikian, Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga roda perekonomian tetap berjalan. “Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara, kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan,” pungkasnya, mengisyaratkan perlunya keseimbangan antara kesederhanaan dan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, diharapkan para pejabat dapat merayakan Idul Fitri dengan bijaksana, seraya tetap memperhatikan kondisi masyarakat dan perekonomian nasional.
Ringkasan
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meniadakan acara open house pada Hari Raya Idul Fitri 2026 sebagai upaya penghematan anggaran, sejalan dengan imbauan Menteri Sekretaris Negara dan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan berencana melaksanakan Salat Idul Fitri di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Presiden Prabowo meminta para pejabat untuk tidak menggelar open house yang bermewah-mewahan, serta memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutama mengingat kondisi masyarakat yang berduka. Namun, beliau juga menekankan perlunya menjaga roda perekonomian tetap berjalan, mengisyaratkan perlunya keseimbangan antara kesederhanaan dan aktivitas ekonomi.