Shoesmart.co.id SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya memajukan kampung wisata di wilayahnya agar terintegrasi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini diambil seiring dengan pesatnya perkembangan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang kini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Sebagai gerbang utama menuju IKN, BI Kaltim fokus mendorong kemandirian desa wisata dan destinasi wisata unggulan di Balikpapan dan Samarinda. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat musim liburan dan akhir pekan, kawasan IKN menjadi tujuan favorit wisatawan dari berbagai daerah bahkan negara.
Contohnya, pada libur Idul Fitri 2026, IKN mencatat kunjungan sebanyak 352.102 orang dengan total 80.105 kendaraan yang masuk, mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus. Peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Daerah di sekitar IKN, seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Kutai Kartanegara, dengan memaksimalkan potensi pariwisata yang ada.
“Penguatan wisata yang sudah ada sangat diperlukan karena banyak destinasi menarik di sekitar IKN, seperti Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan PPU yang layak dikunjungi,” ujar Deputi Kepala BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, di Samarinda, Sabtu (4/4/2026) seperti dikutip dari Antara.
Bayuadi menambahkan, penting untuk menyiapkan paket wisata menarik bagi pengunjung sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke IKN. Paket wisata ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan alam Kalimantan Timur.
Paket Wisata sebelum ke IKN
Sebagai contoh, wisatawan yang tiba melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dapat menikmati berbagai pilihan paket wisata sebelum atau sesudah mengunjungi IKN. Paket-paket ini bisa mencakup kunjungan ke Dana Cermin Lamaru, Kebun Raya Balikpapan, berbelanja oleh-oleh khas di Pasar Inpres Kebun Sayur, menjelajahi Kampung Atas Air di Margasari, dan menikmati keindahan pantai-pantai di Balikpapan.
Dari Balikpapan, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke Samarinda atau daerah lain seperti Tenggarong, Kutai Kartanegara, yang menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Begitu pula, bagi wisatawan yang tiba melalui Bandara APT Pranoto Samarinda, paket wisata yang bisa ditawarkan antara lain mengunjungi Kampung Tenun Samarinda Seberang, berwisata religi ke Masjid Islamic Center, menyusuri Sungai Mahakam, mengunjungi Desa Budaya Pampang, sebelum atau sesudah mengunjungi IKN.
Fasilitasi 163 UMKM dan Wisata
Sejak tahun 2025 hingga Maret 2026, BI Kaltim telah memfasilitasi 163 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pengembangan desa wisata, dengan total kucuran modal usaha dari bank sebesar Rp16,97 miliar. Fasilitasi ini diberikan setelah para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) mengikuti pembinaan melalui Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM atau Bima Etam.
Salah satu contoh sukses dari program ini adalah pengembangan wisata Kampung Tenun Samarinda Seberang. BI Kaltim secara aktif berperan dalam mengembangkan pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kampung Tenun Samarinda sejak tahun 2014.
Bentuk pembinaan yang dilakukan BI Kaltim meliputi peningkatan kualitas UMKM yang menghasilkan karya tenun dan inovasi produk turunan, perbaikan galeri UMKM, serta dukungan pada atraksi wisata di Kampung Tenun. “Kalimantan Timur memiliki modal alam yang luar biasa, mulai dari pantai, kepulauan, hutan pegunungan, hingga budaya yang kaya. Tugas kita bersama adalah bagaimana mengembangkan potensi besar ini agar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat luas,” pungkas Bayuadi.
Ringkasan
Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur berupaya mengembangkan kampung wisata di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai daya tarik bagi wisatawan. Fokus utama adalah mendorong kemandirian desa wisata dan destinasi unggulan di Balikpapan dan Samarinda, mengingat IKN menjadi tujuan favorit wisatawan, terutama saat libur panjang.
BI Kaltim telah memfasilitasi 163 UMKM, termasuk pengembangan desa wisata, dengan total kucuran modal usaha sebesar Rp16,97 miliar. Contoh sukses adalah pengembangan wisata Kampung Tenun Samarinda Seberang, di mana BI Kaltim berperan dalam meningkatkan kualitas UMKM, inovasi produk turunan, dan perbaikan galeri UMKM.