JAKARTA, Shoesmart.co.id — PT Astra International Tbk. (ASII) akan membagikan dividen yang cukup signifikan, di mana sebagian besar, sekitar Rp5,92 triliun, akan mengalir ke kantong Jardine Cycle & Carriage Limited.
Jardine Cycle & Carriage Limited, sebagai pemegang saham pengendali ASII, memiliki 20.288.255.040 lembar saham atau setara dengan 50,11% kepemilikan hingga akhir Maret 2026. Dengan proporsi kepemilikan yang besar ini, Jardine diperkirakan akan menerima sekitar Rp2,96 triliun dari total dividen final yang dibagikan Astra International untuk tahun buku 2025.
Sebelumnya, Astra International telah mengumumkan pembagian dividen final sebesar Rp292 per saham kepada para pemegang saham. Pembayaran dividen ini dijadwalkan pada 25 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya ASII juga membagikan dividen interim sebesar Rp98 per saham pada Oktober 2025.
Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra, menjelaskan dalam konferensi pers pada Kamis (23/4/2026), “Sebesar Rp15,7 triliun atau Rp390 setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai, termasuk dividen interim. Sisanya, sebesar Rp292 per saham, akan dibayarkan pada 25 Mei 2026.”
Namun, perlu dicatat bahwa dividen final sebesar Rp292 per saham untuk tahun buku 2025 ini lebih rendah dibandingkan dividen final pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, dividen final tahun buku 2024 adalah Rp308 per saham, tahun buku 2023 sebesar Rp421 per saham, dan tahun buku 2022 mencapai Rp552 per saham.
Dengan mempertimbangkan dividen interim sebesar Rp98 per saham, total dividen yang diusulkan untuk tahun 2025 adalah sebesar Rp390 per saham atau sebanyak-banyaknya Rp15,66 triliun. Angka ini setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48% dari laba bersih ASII.
Dari sisi kinerja keuangan, ASII melaporkan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 3,34% secara year-on-year (YoY), dari Rp33,9 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp32,76 triliun pada tahun 2025. Penurunan ini sejalan dengan pendapatan bersih Astra sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp323,39 triliun, atau turun 1,54% secara tahunan dari Rp328,48 triliun pada tahun 2024. Akibatnya, laba per saham ASII juga mengalami penurunan dari Rp837 pada tahun 2024 menjadi Rp810 pada akhir tahun 2025.
Astra International Tbk. – TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.