Iran Buka Selat Hormuz: Wall Street Langsung Meroket!

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Pasar saham Amerika Serikat mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan hari Jumat, dipicu oleh respons positif investor terhadap keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal komersial. Kebijakan ini diambil setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengumumkan melalui platform media sosial X bahwa jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz “sepenuhnya dibuka” selama sisa masa gencatan senjata 10 hari antara pasukan Israel dan kelompok Hezbollah yang didukung oleh Iran.

Perkembangan ini menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan keyakinannya bahwa Washington berpeluang besar untuk mencapai kesepakatan damai guna mengakhiri konflik dengan Iran.

Sentimen positif ini dengan cepat memicu reli di pasar keuangan global. Joseph Trevisani, analis senior FXStreet, menyatakan bahwa perkembangan ini berpotensi mendorong pasar lebih tinggi. Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa investor tetap perlu berhati-hati dalam menilai komitmen Iran.

Harga Minyak Terjun Bebas

Pengumuman dibukanya kembali Selat Hormuz mengakibatkan penurunan tajam pada harga minyak mentah, mencapai 10,6%. Imbasnya, sektor energi dalam indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 4,5%.

Saham perusahaan-perusahaan energi besar seperti Exxon Mobil merosot 5%, sementara Chevron mengalami penurunan sebesar 4%.

Kalahkan Saham, Investor Kripto Indonesia 21 Juta, OJK Soroti Kesenjangan Literasi

Sebaliknya, sektor-sektor yang sebelumnya tertekan oleh lonjakan harga energi justru mencatatkan kenaikan signifikan. Saham maskapai penerbangan seperti American Airlines dan United Airlines melonjak lebih dari 7%.

Operator kapal pesiar juga mencatat kenaikan yang menggembirakan. Saham Carnival Corporation & plc naik 8%, sementara Norwegian Cruise Line Holdings melesat 8,5%.

Indeks Wall Street Ukir Rekor Baru

Indeks volatilitas pasar CBOE Volatility Index (VIX) merosot ke level terendah dalam dua bulan terakhir, mencapai 17,77. Penurunan volatilitas ini mengindikasikan meningkatnya kepercayaan diri investor untuk kembali berinvestasi pada aset-aset berisiko.

Indeks-indeks utama Wall Street juga terus mencatatkan rekor baru. S&P 500 dan Nasdaq Composite sebelumnya telah ditutup pada level tertinggi sepanjang masa pada hari Kamis.

Jika tren positif ini berlanjut, Nasdaq berpotensi mencatatkan kenaikan selama 13 hari berturut-turut, menjadi reli terpanjang sejak Januari 1992.

Ketiga indeks utama—Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq—juga diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan untuk pekan ketiga berturut-turut.

Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 bahkan mencatatkan rekor intraday pertamanya sejak konflik AS-Iran mencuat.

Pada pukul 09.45 waktu New York, indeks Dow Jones naik 554,22 poin atau 1,14% ke level 49.136,99. S&P 500 menguat 54,59 poin atau 0,78% ke level 7.095,87, sedangkan Nasdaq naik 252,37 poin atau 1,05% ke level 24.355,07.

Sektor Teknologi dan Konsumen Jadi Lokomotif

Sektor teknologi informasi menjadi kontributor terbesar penguatan pasar, sementara sektor *consumer discretionary* memimpin kenaikan dengan lonjakan sekitar 2%.

Namun, tidak semua saham mengalami pergerakan positif. Saham Netflix anjlok 10,7% setelah memproyeksikan laba kuartal berjalan di bawah ekspektasi. Penurunan ini juga dipicu oleh pengunduran diri salah satu pendiri sekaligus *chairman* lama perusahaan, Reed Hastings, setelah 29 tahun memimpin.

PGN (PGAS) Bakal Tambah Kegiatan Usaha Baru, Simak Rekomendasi Sahamnya

Produsen aluminium Alcoa turun 9% setelah melaporkan laba dan pendapatan kuartal pertama yang berada di bawah perkiraan analis, yang disebabkan oleh tingginya biaya dan melemahnya permintaan.

Di sisi lain, saham Fifth Third Bancorp naik 1,2% setelah membukukan laba kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Meningkat

Pelaku pasar saat ini juga menaruh perhatian pada arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan kontrak berjangka *fed funds*, pasar memperkirakan peluang sebesar 60% bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada bulan Desember.

Angka ini melonjak drastis dibandingkan dengan peluang 20% yang terlihat pada awal sesi perdagangan.

Dengan meredanya ketegangan geopolitik dan terbukanya kembali Selat Hormuz, pasar global kini berharap tekanan harga energi dapat mereda, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

Ringkasan

Pasar saham Amerika Serikat melonjak setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz, menyusul kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Pengumuman ini, yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, memicu optimisme pasar dan penurunan harga minyak mentah sebesar 10,6%, berdampak pada sektor energi namun menguntungkan sektor lain seperti maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar.

Indeks utama Wall Street mencatatkan rekor baru, dengan sektor teknologi informasi dan consumer discretionary menjadi pendorong utama. Volatilitas pasar menurun, dan investor meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Meskipun beberapa saham seperti Netflix dan Alcoa mengalami penurunan, sentimen pasar secara keseluruhan tetap positif seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *