Ipar Wings Group Borong Saham BBYB: Bank Neo Commerce Makin Menggoda?

Shoesmart.co.id, JAKARTA — PT Gozco Capital, sebuah konglomerasi yang berada di bawah kendali Tjandra Mindharta Gozali, sosok yang memiliki ikatan kekerabatan dengan Grup Wings, sekali lagi menegaskan komitmennya di sektor perbankan digital. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan porsi kepemilikannya di PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) melalui transaksi senilai Rp98,12 miliar. Langkah strategis ini memperkuat posisi Gozco Capital sebagai salah satu pemegang saham utama bank digital yang sedang naik daun tersebut.

Struktur kepemilikan saham BBYB juga menunjukkan adanya partisipasi signifikan dari berbagai entitas. Selain Gozco Capital, publik memegang 58,10% saham, diikuti oleh PT Akulaku Silvrr Indonesia sebesar 27,32%, dan Rockcore Financial Technology Co. Ltd. dengan 6,12%. Penting untuk dicatat, dua investor terakhir ini merupakan perusahaan keuangan yang berada di bawah kendali Ant Financial, yang notabene adalah bagian dari raksasa teknologi global, Grup Alibaba. Kehadiran investor-investor besar ini menunjukkan daya tarik Bank Neo Commerce di mata para pemain kunci industri keuangan.

Gozco Capital sendiri merupakan bagian integral dari konglomerasi keluarga Gozali yang dipimpin oleh Tjandra Mindharta Gozali. Hubungan keluarga ini semakin kuat dengan pernikahan putranya, Kreisna Dewantara Gozali, dengan Jane Stephanie Katuari, putri pendiri Wings Group. Menariknya, Kreisna Dewantara Gozali saat ini juga menjabat sebagai Komisaris di BBYB, menggarisbawahi kedalaman keterlibatan keluarga Gozali dalam manajemen dan strategi bank digital ini.

Menyikapi peningkatan kepemilikan ini, Direktur Utama BBYB, Eri Budiono, menegaskan bahwa langkah tersebut adalah refleksi dari kepercayaan yang mendalam dari para pemegang saham terhadap performa dan arah transformasi perseroan. “Kepercayaan yang terus tumbuh dari PT Gozco Capital mencerminkan semakin kuatnya keyakinan terhadap Bank Neo Commerce,” ujar Eri, seperti dikutip dari Antara, pada Senin (19/1/2026). Pernyataan ini menguatkan persepsi positif terhadap prospek bank digital tersebut.

Merujuk pada laporan kepemilikan saham per 15 Januari 2026, terungkap bahwa Gozco Capital melakukan pembelian tambahan sebanyak 207 juta lembar saham BBYB. Akuisisi ini dilakukan dengan harga Rp474 per saham. Akibat transaksi ini, porsi kepemilikan Gozco Capital melonjak signifikan dari 7,76% menjadi 9,31%, yang setara dengan total 1,24 miliar lembar saham.

Aksi penambahan saham ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, pada 26 November 2025, Gozco Capital juga telah menambah kepemilikannya di BBYB sebanyak 72.452.676 lembar saham. Rangkaian investasi berturut-turut ini menegaskan strategi jangka panjang Gozco Capital dalam mendukung pertumbuhan Bank Neo Commerce.

Kepercayaan investor terhadap Bank Neo Commerce tidak lepas dari kinerja keuangan yang impresif. Sepanjang tahun 2025, perseroan berhasil menunjukkan perbaikan signifikan. Tercatat hingga akhir kuartal III-2025, BBYB sukses membukukan laba bersih sebesar Rp464 miliar, sebuah peningkatan tajam yang mencolok dibandingkan hanya Rp4,06 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini menandai pertumbuhan profitabilitas yang luar biasa.

Tak hanya itu, rasio profitabilitas Bank Neo Commerce juga menunjukkan tren positif yang serupa. Return on Assets (ROA) perseroan melesat menjadi 3,45% dari sebelumnya hanya 0,03%, sementara Return on Equity (ROE) melonjak drastis menjadi 16,96% dari 0,16%. Peningkatan rasio-rasio ini mengindikasikan efisiensi yang lebih baik dalam pengelolaan aset dan modal, serta kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi pemegang saham.

Selain itu, kualitas aset BBYB turut menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal ini tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). NPL gross berhasil ditekan dari 3,72% menjadi 2,92%, sementara NPL net membaik secara signifikan dari 0,99% menjadi hanya 0,23%. Penurunan angka NPL ini menunjukkan keberhasilan strategi manajemen risiko Bank Neo Commerce dalam menjaga portofolio kredit tetap sehat dan terkendali.

Eri Budiono menambahkan, capaian positif ini membuktikan kesuksesan perseroan dalam mempertahankan portofolio kredit yang sehat sekaligus mengukuhkan sistem manajemen risiko mereka. Hal ini semakin meyakinkan investor akan stabilitas dan prospek cerah Bank Neo Commerce ke depan.

Menginjak tahun 2026, Bank Neo Commerce bersiap untuk melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan identitas korporasi baru. Eri Budiono mengungkapkan, “Lima tahun perjalanan transformasi digital sudah kami lewati. Kini kami memperbarui semangat untuk terus tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui layanan keuangan yang semakin relevan dan bermanfaat.” Inisiatif ini menandai babak baru bagi BBYB dalam memperkuat posisinya sebagai pionir bank digital yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

PT Gozco Capital, entitas yang memiliki ikatan kekerabatan dengan Grup Wings melalui Tjandra Mindharta Gozali, kembali meningkatkan kepemilikannya di Bank Neo Commerce (BBYB) senilai Rp98,12 miliar. Akuisisi 207 juta lembar saham ini meningkatkan porsi Gozco Capital dari 7,76% menjadi 9,31%, menegaskan posisinya sebagai pemegang saham utama. Direktur Utama BBYB menyatakan langkah ini merefleksikan kepercayaan kuat pemegang saham terhadap kinerja dan arah transformasi bank digital tersebut. Kedekatan keluarga Gozali juga ditunjukkan dengan jabatan Komisaris BBYB yang diemban oleh Kreisna Dewantara Gozali.

Kepercayaan investor terhadap BBYB didukung oleh kinerja keuangan yang impresif. Hingga kuartal III-2025, bank ini membukukan laba bersih Rp464 miliar, meningkat tajam dari periode sebelumnya. Rasio profitabilitas seperti ROA dan ROE juga melonjak signifikan, disertai perbaikan kualitas aset dengan penurunan NPL. Bank Neo Commerce bersiap memperkenalkan identitas korporasi baru di tahun 2026, menandai babak baru dalam perjalanannya sebagai pionir bank digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *