PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kabar gembira datang dari pasar modal Kalimantan Tengah (Kalteng)! Sepanjang tahun 2025, nilai transaksi saham investor di wilayah ini berhasil menembus angka Rp 10,6 triliun. Capaian fantastis ini, yang dicatat oleh Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalteng, menjadi sinyal kuat bahwa minat masyarakat Kalteng terhadap investasi di pasar modal semakin meningkat.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalteng, Stephanus Cahyo Adiraja, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menunjukkan partisipasi investor daerah yang semakin solid. Secara rata-rata, transaksi saham investor Kalteng mencapai sekitar Rp 880 miliar per bulan. “Jumlah total transaksi saham investor Kalteng di tahun 2025 tercatat Rp 10,6 triliun. Kalau dirata-ratakan, per bulan sekitar Rp 880 miliar,” ujarnya pada hari Sabtu (14/2/2026).
Lonjakan nilai transaksi ini, menurut Stephanus, tidak terlepas dari meningkatnya literasi keuangan di kalangan masyarakat Kalteng. Pasar modal kini bukan lagi menjadi sesuatu yang asing, tetapi telah menjadi salah satu instrumen utama dalam mengelola dan mengembangkan aset. Masyarakat semakin sadar akan potensi keuntungan yang bisa diraih melalui investasi saham.
Meskipun demikian, BEI Kalteng saat ini belum memiliki data rinci mengenai sektor saham mana yang paling diminati oleh investor lokal. “Untuk sektor saham yang paling diminati investor Kalteng, kami belum memiliki data tersebut. Data yang ada saat ini lebih pada jumlah investor, aktivitas pasar modal secara umum, dan total nilai transaksi,” jelasnya.
Terlepas dari belum adanya rincian sektoral, perputaran dana hingga triliunan rupiah ini dinilai sebagai indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. BEI Kalteng pun berharap tren positif dalam transaksi saham ini dapat terus berlanjut di tahun 2026. Harapan ini didasari oleh gencarnya upaya edukasi dan sosialisasi pasar modal yang terus dilakukan kepada berbagai kalangan masyarakat di Kalimantan Tengah. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memahami dan tertarik berinvestasi di pasar modal, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin terpacu. (her)
Ringkasan
Nilai transaksi saham investor di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai Rp 10,6 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian ini, yang dicatat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalteng, menunjukkan peningkatan minat masyarakat Kalteng terhadap investasi di pasar modal dengan rata-rata transaksi Rp 880 miliar per bulan.
Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya literasi keuangan di masyarakat Kalteng, meskipun data sektoral saham yang paling diminati belum tersedia. BEI Kalteng berharap tren positif ini berlanjut di tahun 2026 melalui edukasi dan sosialisasi pasar modal yang berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.