Shoesmart.co.id JAKARTA. Tahun Baru Imlek segera tiba, menandai transisi dari Tahun Ular Kayu ke Tahun Kuda Api. Pergantian ini diyakini membawa gelombang energi baru yang signifikan, memengaruhi dinamika bisnis dan pasar keuangan sepanjang tahun 2026.
Yulius Fang, Founder Feng Shui Consulting Indonesia, melihat tahun 2026 sebagai tahun yang penuh peluang, namun tetap menekankan pentingnya kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan.
Menurutnya, energi optimisme dan pergerakan cepat yang dibawa Tahun Kuda Api harus diimbangi dengan strategi yang tenang dan terukur. Ia menyarankan para investor untuk cermat mengatur arus kas (cash flow), menghindari sikap terlalu percaya diri, dan fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
Harga Emas Antam Naik Rp 50.000 Menjadi Rp 2.954.000 per Gram Sabtu (14/2)
“Slow and steady win the race, melangkah mantap menuju kemajuan akan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan,” ujar Yulius dalam acara Market Outlook 2026 BRI Danareksa Sekuritas di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Sektor Usaha Prospektif di Tahun Kuda Api
Lebih lanjut, Yulius menjelaskan bahwa peluang bisnis yang menjanjikan di Tahun Kuda Api sebagian besar berasal dari sektor-sektor yang terkait dengan elemen air, kayu, tanah, dan api. Sementara itu, sektor dengan elemen logam diperkirakan akan menghadapi tantangan yang lebih besar.
Secara lebih rinci, elemen air mencakup berbagai usaha seperti minuman, kafe, pariwisata, perhotelan, transportasi, pelayaran, perikanan, perangkat lunak, media online, laundry, serta beragam bisnis jasa.
Elemen kayu meliputi industri tekstil dan fesyen, layanan kesehatan, kehutanan dan perkebunan, furnitur, percetakan, alat tulis, produk berbasis kayu, jasa kurir, ekspedisi dan logistik, pergudangan, obat tradisional, serta sektor ritel.
Untuk elemen tanah, sektor-sektor yang termasuk di dalamnya antara lain properti, infrastruktur, konstruksi, perbankan, asuransi konvensional, perdagangan kebutuhan pokok, barang konsumsi, peternakan, produk kulit, hingga perdagangan grosir.
Sementara itu, elemen api mencakup bisnis restoran, energi dan bahan bakar, industri kimia, teknologi kecerdasan buatan (AI), gim, sekuritas, pendidikan, pertunjukan dan hiburan, industri kecantikan, penerbangan, kelistrikan, periklanan, fotografi, hingga asuransi modern.
Sebaliknya, elemen logam mencakup sektor otomotif, elektronik, komputer, mesin dan alat berat, layanan keuangan dan fintech, perdagangan valuta asing, perhiasan, pertambangan mineral, industri logam, farmasi, telekomunikasi, musik, layanan hukum, kosmetik, serta usaha salon.
Proyeksi IHSG 2026 dan Strategi Portofolio
Secara khusus mengenai pasar saham, Yulius memperkirakan bahwa bursa domestik masih berpotensi mengalami koreksi hingga semester pertama tahun 2026, sebelum memasuki fase bullish yang diproyeksikan akan berlangsung hingga akhir tahun.
Tahun Kuda Api 2026: Sektor Saham Logam, Api, dan Kayu Diproyeksi Prospektif
Oleh karena itu, ia menyarankan agar investor tetap melakukan diversifikasi portofolio investasi dengan alokasi sekitar 40% pada saham, 30%–40% pada emas, serta 20%–30% pada obligasi untuk menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi imbal hasil.
Titik Infleksi Pasar Modal Indonesia
Secara terpisah, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa transisi dari siklus Ular yang penuh kehati-hatian menuju Kuda Api yang eksplosif menandai sebuah titik infleksi penting bagi pasar modal Indonesia.
Di tengah sisa-sisa volatilitas yang disebabkan oleh tantangan transparansi dan friksi regulasi, tahun 2026 hadir bukan hanya sebagai pergantian kalender, tetapi juga sebagai katalisator untuk pembaruan.
“Kita mengantisipasi gelombang reformasi struktural yang akan merekalibrasi fondasi pasar, mengubah tantangan tata kelola menjadi momentum penguatan integritas pasar,” kata Liza kepada Kontan, Jumat (13/2/2026).
Menurut Liza, Tahun Kuda Api bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan konsolidasi secara pasif. Pasar akan didominasi oleh entitas yang berani mengambil peluang dan memperluas ruang geraknya. Proyek-proyek dengan narasi masa depan dan prospek pertumbuhan yang kuat berpotensi mendapatkan valuasi premium.
“Di tahun Kuda Api, diam di tempat adalah risiko terbesar. Bergerak cepat atau akan tersapu oleh laju pasar,” ucapnya.
Dari sisi elemen, api melambangkan transformasi, volatilitas, dan eksposur terhadap risiko. Sementara itu, zodiak kuda melambangkan kecepatan, ekspansi, dan kompetisi.
Pada tahun ini, strategi buy and hold tradisional dinilai berisiko tergerus inflasi dan volatilitas. Pasar diperkirakan akan bergerak dalam rotasi sektor yang sangat cepat, sehingga keuntungan optimal dapat diraih melalui strategi active rebalancing dan pemanfaatan momentum pasar.
“Sinergi elemen di mana kayu berfungsi sebagai bahan bakar bagi api menciptakan siklus pertumbuhan agresif bagi sektor-sektor yang berbasis pada ekspansi cepat dan skalabilitas,” tambahnya.
Wall Street Bergolak: S&P 500 Naik Tipis, Nasdaq Turun karena Kekhawatiran AI
Liza menegaskan bahwa Tahun 2026 menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas dalam memilih saham (stock picking). Pasar tidak lagi bergerak serentak, melainkan didominasi oleh emiten dengan narasi pertumbuhan yang kuat dan likuiditas tinggi sebagai indikator utama.
Dalam lanskap yang berorientasi pada momentum ini, sektor-sektor defensif kehilangan daya tariknya sebagai mesin pertumbuhan dan lebih berfungsi sebagai instrumen lindung nilai untuk meredam volatilitas.
“Tahun ini bukan panggung bagi mereka yang mencari rasa aman, melainkan bagi mereka yang memiliki ketajaman membaca momentum. Di bawah naungan Kuda Api, diam berarti tertinggal,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemenang di tahun ini bukanlah portofolio yang paling defensif, melainkan yang paling cepat beradaptasi dengan arah volatilitas. Strategi keluar (exit strategy) sama krusialnya dengan strategi masuk (entry strategy), sehingga investor perlu disiplin dalam merealisasikan keuntungan dan tidak terjebak dalam euforia pasar.
Ringkasan
Tahun 2026, Tahun Kuda Api, diprediksi membawa peluang investasi namun membutuhkan kedisiplinan finansial. Optimisme harus diimbangi strategi terukur, fokus pada cash flow, dan pertumbuhan berkelanjutan. Sektor terkait elemen air, kayu, tanah, dan api diproyeksikan prospektif, sementara sektor logam mungkin menghadapi tantangan.
Diversifikasi portofolio disarankan dengan alokasi pada saham, emas, dan obligasi. Investor perlu strategi active rebalancing dan memanfaatkan momentum pasar, menghindari strategi buy and hold tradisional. Pasar akan didominasi entitas yang berani mengambil peluang, sehingga pergeseran dari strategi pasif ke agresif dalam memilih saham menjadi kunci.