Shoesmart.co.id JAKARTA. Kinerja PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), atau Surge, diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2026. Pendorong utama dari optimisme ini adalah peluncuran layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz yang diusung oleh merek IRA – Internet Rakyat.
Layanan IRA secara resmi diaktifkan pada tanggal 19 Februari 2026, menandai dimulainya fase komersialisasi secara penuh. Para analis pasar melihat ini sebagai angin segar bagi pertumbuhan WIFI.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, meyakini bahwa proyek IRA memiliki potensi besar untuk menjadi mesin pertumbuhan (growth engine) utama bagi WIFI di tahun ini.
Lebih lanjut, Nafan menjelaskan bahwa kontribusi IRA akan semakin signifikan seiring dengan target ambisius perusahaan untuk menjaring sekitar 5 juta pelanggan aktif pada tahun 2026. Jika target ini tercapai, potensi pendapatan dari biaya berlangganan saja diperkirakan mampu menembus angka triliunan rupiah, sebuah pencapaian yang sangat menjanjikan.
Simak Strategi Solusi Sinergi Digital (WIFI) Raih Kinerja Moncer per September 2025
“Menurut saya, IRA ini bisa menjadi mesin pertumbuhan utama. Prediksi saya, CAGR (Compound Annual Growth Rate) bisa naik di kisaran 63%,” ungkap Nafan kepada Kontan, Senin (23/2/2026).
Dari sisi profitabilitas, WIFI memiliki keunggulan kompetitif karena memanfaatkan infrastruktur kabel serat optik yang sudah terpasang di sepanjang jalur kereta api. Strategi cerdas ini memungkinkan perseroan untuk menghindari investasi besar dalam pembangunan jaringan dari nol, sehingga efisiensi biaya dapat dioptimalkan.
Sentimen positif juga datang dari dukungan regulasi pemerintah. Kehadiran IRA – Internet Rakyat sejalan dengan target program Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau, maksimal Rp 147.000.
IRA – Internet Rakyat menawarkan paket fixed broadband dengan harga menarik, yaitu Rp 100.000, dengan kecepatan hingga 100 Mbps, data unlimited tanpa batasan kuota, serta bebas biaya instalasi dan sewa modem. Penawaran yang sulit ditolak!
Nafan menyoroti pentingnya penetapan harga layanan yang mempertimbangkan aspek psikologis masyarakat, yaitu di kisaran Rp 100.000 per bulan. Langkah ini diyakini akan membantu memperluas adopsi layanan IRA secara signifikan.
WIFI Chart by TradingView
Selain itu, lonjakan permintaan data yang terus meningkat, termasuk untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan konsumsi konten digital, berpotensi menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan bisnis WIFI di masa depan.
Meskipun demikian, Nafan mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diantisipasi. Dari sisi internal, beban bunga dan kebutuhan belanja modal (capex) dapat menekan kinerja keuangan perusahaan. Perseroan juga berpotensi menghadapi persaingan harga (price war) yang ketat di industri telekomunikasi.
Lebih lanjut, potensi kendala teknis dan hambatan birokrasi juga dapat memengaruhi pencapaian target jumlah pelanggan. Risiko biaya regulasi yang relatif tinggi di sektor telekomunikasi Indonesia juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Terlepas dari berbagai risiko tersebut, Nafan secara umum masih melihat prospek WIFI sangat menarik. Ia memberikan rekomendasi ADD (Add) untuk saham WIFI dengan target harga Rp 2.740 per saham, mencerminkan keyakinannya terhadap potensi pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Ringkasan
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) diprediksi akan mengalami peningkatan kinerja signifikan pada 2026 berkat layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz, IRA – Internet Rakyat. Layanan ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan utama dengan target 5 juta pelanggan, berpotensi menghasilkan pendapatan triliunan rupiah. Keunggulan kompetitif WIFI terletak pada infrastruktur serat optik yang sudah ada, menghindari biaya pembangunan jaringan dari nol.
IRA menawarkan paket fixed broadband terjangkau, sejalan dengan program pemerintah untuk akses internet berkecepatan tinggi. Meskipun terdapat risiko seperti beban bunga, belanja modal, persaingan harga, dan hambatan birokrasi, analis tetap optimis dengan prospek WIFI. Rekomendasi ADD (Add) diberikan untuk saham WIFI dengan target harga Rp 2.740 per saham.