Shoesmart.co.id, JAKARTA. Kinerja saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang terus menanjak sejak awal tahun 2026 diyakini mulai merefleksikan fundamental perusahaan yang semakin solid. Hal ini didukung oleh kinerja keuangan yang stabil dan prospek cerah di industri kemasan.
Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menyoroti laba bersih INKP yang mencapai sekitar Rp 5,4 triliun hingga September 2025 sebagai bukti ketahanan bisnis perusahaan di tengah gejolak ekonomi makro.
Menurutnya, efisiensi operasional dan harga jual pulp serta kertas kemasan yang stabil menjadi fondasi utama kinerja positif ini. Lebih lanjut, beroperasinya pabrik industrial paper yang baru diperkirakan akan memberikan tambahan kapasitas yang signifikan, berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan secara struktural mulai tahun 2026.
“Fundamental INKP masih sangat kuat. Tambahan kapasitas baru ini bisa menjadi katalis pertumbuhan tahun ini,” ungkap Wafi kepada Kontan, Rabu (25/2/2026).
Memproyeksikan tahun 2026, Wafi melihat segmen kertas kemasan sebagai penggerak utama pertumbuhan, seiring dengan tren global yang beralih dari plastik ke kemasan ramah lingkungan. Permintaan ekspor, khususnya dari China dan India, diperkirakan akan tetap mendominasi dibandingkan pasar domestik.
Indah Kiat (INKP) Tancap Gas Masuk 2026, Ekspansi dan Harga Pulp Jadi Katalis
Lebih lanjut, Wafi menambahkan bahwa margin laba INKP berpotensi meningkat didorong oleh efisiensi bahan baku dan potensi penurunan suku bunga yang dapat menekan beban bunga perusahaan.
Lonjakan minat investor terhadap saham INKP, menurut Wafi, didorong oleh kesadaran pasar akan valuasi saham yang sebelumnya tergolong murah, ditambah dengan berakhirnya siklus belanja modal besar perusahaan.
“Kenaikan harga saham INKP saat ini merupakan fase awal *rerating* yang didasarkan pada fundamental perusahaan,” jelasnya. KISI Sekuritas memberikan rekomendasi “beli” dengan target harga Rp 12.000 per saham.
Senada dengan Wafi, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, mencatat bahwa INKP berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 325,92 juta pada periode sembilan bulan tahun 2025, meningkat signifikan sebesar 44,14% secara tahunan, meskipun pendapatan sedikit menurun menjadi US$ 2,36 miliar.
Kinerja positif ini terutama didorong oleh efisiensi beban, sementara posisi permodalan perusahaan tetap solid dengan ekuitas mencapai US$ 6,72 miliar dan liabilitas US$ 5,77 miliar.
Abida berpendapat bahwa keberlanjutan kinerja INKP pada tahun 2026 masih sangat mungkin terjadi, asalkan kondisi industri pulp global tetap stabil. Pendapatan diperkirakan akan tumbuh moderat mengikuti siklus harga pulp, dengan potensi peningkatan margin jika permintaan di segmen kemasan tetap kuat.
INKP Chart by TradingView
Abida juga menyoroti aksi beli bersih (*net buy*) oleh investor belakangan ini, yang dipicu oleh sentimen positif terkait rencana penerbitan surat utang jumbo. Pasar melihat langkah ini sebagai upaya memperkuat struktur pendanaan perusahaan sekaligus mendukung ekspansi yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, hingga Rabu (25/2/2026), harga saham INKP telah melonjak lebih dari 35% secara *year-to-date*. Kenaikan ini mencerminkan kombinasi sentimen korporasi yang positif dan potensi *rerating* fundamental di mata para investor.
“Penguatan signifikan secara *year to date* ini mencerminkan kombinasi sentimen korporasi dan potensi *rerating* fundamental,” tegasnya.
Ke depan, Abida melihat prospek saham INKP tetap menjanjikan bagi investor jangka menengah, meskipun pergerakan harga saham masih akan sensitif terhadap dinamika harga pulp global dan siklus industri.
Ringkasan
Kinerja saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menunjukkan tren positif yang didorong oleh fundamental perusahaan yang kuat, tercermin dari laba bersih yang mencapai Rp 5,4 triliun hingga September 2025. Analis KISI Sekuritas menyoroti efisiensi operasional, harga jual pulp dan kertas kemasan yang stabil, serta beroperasinya pabrik industrial paper baru sebagai faktor utama yang mendukung pertumbuhan pendapatan INKP. KISI Sekuritas memberikan rekomendasi “beli” dengan target harga Rp 12.000 per saham.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa INKP membukukan laba bersih US$ 325,92 juta pada periode sembilan bulan tahun 2025, meningkat 44,14% secara tahunan, didorong oleh efisiensi beban. Sentimen positif terkait rencana penerbitan surat utang jumbo juga menjadi katalis aksi beli bersih investor. Prospek saham INKP tetap menjanjikan bagi investor jangka menengah, meskipun pergerakan harga saham masih akan sensitif terhadap dinamika harga pulp global dan siklus industri.