Inflasi DIY Terkendali Pasca Lebaran: Optimisme BI, Apa Artinya?

Shoesmart.co.id SEMARANG – Kabar baik datang dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait pengendalian harga. Laju inflasi di wilayah ini menunjukkan tren melambat pada Maret 2026, baik jika dibandingkan bulan sebelumnya (bulanan) maupun tahun sebelumnya (tahunan). Data terkini menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY mengalami inflasi sebesar 0,45% (mtm) dan 4,08% (yoy).

Sri Darmadi Sudibyo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DI Yogyakarta, menjelaskan bahwa dinamika permintaan masyarakat menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga pada periode ini. “Kondisi ini mengindikasikan tekanan inflasi secara fundamental masih relatif kuat, terutama didorong oleh peningkatan permintaan musiman,” ungkap Sri Darmadi, Rabu (8/4/2026).

Menariknya, jika harga emas perhiasan tidak diikutsertakan dalam perhitungan, tekanan inflasi Maret 2026 justru mencapai 0,40% (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang tercatat sebesar 0,38% (mtm). Hal ini mencerminkan pola musiman yang umum terjadi menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H.

Lebih lanjut, analisis dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi DI Yogyakarta menyoroti Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebagai kontributor utama inflasi, dengan andil sebesar 0,29% (mtm). Kenaikan harga daging ayam ras (0,05% mtm), bayam (0,03% mtm), dan tomat (0,02% mtm) disebabkan oleh kombinasi antara lonjakan permintaan menjelang Lebaran dan pasokan yang terbatas akibat perubahan cuaca menuju musim kemarau.

“Kenaikan harga daging ayam ras dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat selama bulan Ramadan, sementara pasokan terbatas. Sementara itu, kenaikan harga bayam dan tomat disebabkan oleh ketersediaan yang terbatas di tengah pergeseran cuaca di DIY menuju musim kemarau,” jelas Sri Darmadi dalam siaran persnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DI Yogyakarta juga menyoroti pengaruh basis rendah (low base effect) terhadap laju inflasi di wilayah tersebut. Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa inflasi tahunan sebesar 4,08% (yoy) dipengaruhi oleh tidak adanya diskon tarif listrik yang sempat berlaku pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Inflasi tahunan D.I. Yogyakarta pada bulan Maret ini masih dipengaruhi oleh low base effect karena pada tahun kemarin ada diskon tarif listrik di bulan Februari-Maret,” kata Endang saat konferensi pers beberapa waktu lalu, menjelaskan dampak kebijakan yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Dari sisi kewilayahan, Kota Yogyakarta mencatatkan inflasi tahunan tertinggi sebesar 4,19% dengan IHK 112,14. Sebaliknya, Kabupaten Gunungkidul mencatatkan inflasi tahunan terendah sebesar 3,98%, meskipun secara bulanan mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi dibandingkan Kota Yogyakarta, yaitu sebesar 0,55% (mtm).

Menyadari berbagai tantangan ini, Bank Indonesia bersama TPID DIY terus mengintensifkan kerangka pengendalian 4K, yaitu Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif. Melalui sinergi Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar yang menyasar wilayah-wilayah dengan kenaikan harga signifikan, KPw BI DIY optimis inflasi tahun penuh 2026 dapat tetap terjaga dalam kisaran target nasional 2,5±1%.

Ringkasan

Inflasi di DIY menunjukkan tren melambat pada Maret 2026, dengan inflasi sebesar 0,45% (mtm) dan 4,08% (yoy). Permintaan masyarakat menjadi faktor utama, terutama didorong oleh peningkatan permintaan musiman menjelang Ramadan dan Lebaran. Kontributor utama inflasi adalah Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, terutama kenaikan harga daging ayam ras, bayam, dan tomat.

Bank Indonesia bersama TPID DIY terus mengintensifkan pengendalian 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif). Melalui sinergi Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar, KPw BI DIY optimis inflasi tahun penuh 2026 dapat terjaga dalam kisaran target nasional 2,5±1%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *