Inflasi AS Stabil: Kripto Cemas Menanti Suku Bunga The Fed!

Shoesmart.co.id, JAKARTA – Data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk bulan Februari 2026 menunjukkan angka yang stabil, semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunganya dalam waktu dekat.

Stabilitas tekanan harga ini menciptakan suasana “wait and see” di pasar keuangan, termasuk pasar kripto, yang kini menantikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) tahunan (year-on-year/yoy) berada di level 2,4% pada Februari 2026. Angka ini sesuai dengan perkiraan sebelumnya.

Sementara itu, secara bulanan, inflasi mengalami kenaikan sebesar 0,3%, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan 0,2% yang tercatat pada Januari 2026.

Pasar Kripto Menanti Arah Suku Bunga The Fed: Momentum Penentu di Sisa Tahun Ini

Inflasi inti (core CPI), yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi yang fluktuatif, mencatatkan kenaikan 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan. Angka ini juga selaras dengan proyeksi para analis.

Stabilnya angka inflasi ini mengindikasikan bahwa tekanan harga di ekonomi AS masih relatif terkendali, meskipun masih sedikit di atas target inflasi 2% yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Akibatnya, perhatian pasar kini tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Fed. Berdasarkan proyeksi pasar yang dihimpun melalui CME FedWatch Tool, terdapat peluang hampir 99% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada rapat FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) bulan Maret 2026.

Namun, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan April masih terbilang kecil, diperkirakan hanya sekitar 11%.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, berpendapat bahwa stabilnya inflasi mencerminkan kondisi pasar yang masih menunggu kepastian mengenai arah kebijakan moneter AS.

Menebak Arah Kebijakan The Fed: Hawkish atau Dovish?

“Inflasi Februari yang sesuai dengan ekspektasi memberikan sentimen yang relatif stabil bagi investor. Pasar sekarang lebih fokus menunggu sinyal kebijakan suku bunga dari The Fed,” ungkap Antony dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kebijakan moneter AS tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi likuiditas global dan pergerakan aset-aset berisiko, termasuk di antaranya adalah aset kripto.

Sebagai respons terhadap rilis data inflasi tersebut, pasar kripto menunjukkan reaksi yang cenderung terbatas. Bitcoin (BTC), setelah pengumuman data inflasi, diperdagangkan di kisaran US$ 69.000, dengan pergerakan yang relatif moderat dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan yang cenderung datar ini mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih menunggu data ekonomi selanjutnya serta sinyal kebijakan moneter global yang lebih jelas.

Di sisi lain, investor juga mewaspadai faktor eksternal lain yang berpotensi memengaruhi inflasi, terutama pergerakan harga energi. Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak telah meningkat seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kenaikan harga energi berpotensi untuk kembali memicu tekanan inflasi pada periode mendatang dan memberikan dampak pada aktivitas ekonomi global secara keseluruhan.

Ketidakpastian Tinggi: Institusi Keuangan Global Kesulitan Memprediksi Arah Suku Bunga The Fed

Dalam kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian, Indodax mengimbau para investor untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko dan melakukan riset mandiri sebelum melakukan investasi.

Investor juga disarankan untuk mempertimbangkan strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) sebagai upaya untuk menghadapi volatilitas yang sering terjadi di pasar kripto.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/12/203729326/inflasi-as-stabil-24-persen-pasar-kripto-tunggu-arah-suku-bunga-the-fed?page=all#page2

Ringkasan

Data inflasi AS bulan Februari 2026 menunjukkan angka yang stabil, yaitu 2,4% secara tahunan, sesuai dengan perkiraan. Pasar kripto dan keuangan secara umum kini dalam mode “wait and see” menantikan sinyal kebijakan suku bunga dari The Fed. Proyeksi pasar menunjukkan peluang besar bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat FOMC Maret 2026.

Stabilnya inflasi mengindikasikan tekanan harga di ekonomi AS masih terkendali, meski di atas target 2%. Kebijakan moneter AS menjadi faktor kunci yang mempengaruhi likuiditas global dan aset berisiko seperti kripto. Investor disarankan untuk disiplin dalam manajemen risiko dan mempertimbangkan strategi DCA untuk menghadapi volatilitas pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *