Shoesmart.co.id NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan yang cenderung datar pada perdagangan hari Jumat (13/2/2026), di tengah perhatian investor terhadap rilis data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Data ini menghidupkan kembali harapan akan adanya penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), meskipun tekanan dari sektor komunikasi sedikit menghambat laju penguatan indeks.
Pada pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan tipis sebesar 0,03% ke level 49.439,58. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat tipis 0,02% ke posisi 6.834,27, namun Nasdaq Composite justru mengalami pelemahan sebesar 0,16% ke level 22.561,45.
Kontrak berjangka saham AS sempat berada di zona merah, namun berhasil memangkas kerugian setelah laporan inflasi menunjukkan kenaikan harga yang lebih moderat dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini memberikan sentimen positif bagi pasar.
Wall Street Dibuka Melemah, Investor Menimbang Data Pekerjaan AS
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) mengalami kenaikan sebesar 2,4% secara tahunan, sedikit di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi 2,5%.
Meskipun demikian, data inflasi ini dirilis hanya berselang dua hari setelah laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan angka yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor bahwa bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang ketat dalam jangka waktu yang lebih lama.
Kepala strategi pasar State Street, Michael Metcalfe, berpendapat bahwa tren penurunan inflasi masih terus berlanjut.
Menurutnya, kondisi ini semakin memperkuat keyakinan bahwa tekanan inflasi telah melewati puncaknya, sehingga membuka peluang bagi penurunan suku bunga pada paruh kedua tahun ini.
Di sisi lain, pasar saham AS masih berada di bawah tekanan mingguan. Kekhawatiran akan disrupsi yang disebabkan oleh kecerdasan buatan (AI) membebani kinerja sejumlah sektor, mulai dari perangkat lunak, pialang, logistik, hingga pengembang gim.
Akibatnya, tiga indeks utama Wall Street menuju kinerja mingguan terburuk sejak bulan November. Sehari sebelumnya, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing mengalami penurunan lebih dari 1%, sementara Nasdaq anjlok hingga 2%.
Wall Street Dibuka Beragam, Investor Menimbang Data Ekonomi AS
Dari sisi korporasi, saham Applied Materials melonjak 11,8% pada perdagangan pra-pasar setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan dan laba kuartal kedua yang melampaui ekspektasi para analis.
Kenaikan ini juga berdampak positif pada saham perusahaan sejenis, seperti Lam Research dan KLA, yang masing-masing naik 1,8% dan 1%.
Musim laporan keuangan yang telah melewati pertengahan juga menyoroti belanja modal AI sebagai tema utama yang mendominasi pembicaraan di antara perusahaan-perusahaan raksasa teknologi.
Total investasi dari tujuh perusahaan teknologi besar diperkirakan mencapai sekitar US$650 miliar. Namun, investor kini menuntut hasil nyata dari lonjakan belanja tersebut dan mulai menekan sektor-sektor yang dinilai rentan terhadap persaingan yang semakin ketat.
Bob Savage, kepala strategi makro pasar di BNY, menilai bahwa tantangan utama bagi investor saham saat ini adalah memastikan apakah lonjakan belanja modal tersebut dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba berkelanjutan yang sepadan dengan valuasi yang tinggi.
Saham Arista Networks juga turut melonjak 8% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan tahunan di atas ekspektasi pasar.
Wall Street Dibuka Melemah, Investor Cerna Kinerja Bank Besar dan Arah Suku Bunga
Dari sisi perdagangan internasional, Amerika Serikat dan Taiwan menyepakati perjanjian resiprokal yang menetapkan tarif impor sebesar 15% untuk produk asal Taiwan, sekaligus komitmen untuk menurunkan atau menghapus tarif atas hampir seluruh barang AS.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump dikabarkan berencana untuk memangkas sebagian tarif baja dan aluminium.
Kabar tersebut memberikan tekanan pada saham produsen logam. Saham Nucor turun 5%, Cleveland-Cliffs melemah 4%, dan Steel Dynamics anjlok 5,8%. Sementara itu, saham produsen aluminium Alcoa dan Century Aluminum masing-masing turun 4,8% dan 7,6%.
Ringkasan
Bursa saham AS bergerak datar pada perdagangan hari Jumat, dengan Dow Jones turun tipis, S&P 500 naik tipis, dan Nasdaq melemah. Pergerakan ini dipengaruhi oleh rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan, memicu harapan penurunan suku bunga oleh The Fed. Namun, tekanan dari sektor komunikasi dan kekhawatiran disrupsi AI membebani kinerja indeks, menuju kinerja mingguan terburuk sejak November.
Data CPI menunjukkan kenaikan sebesar 2,4% secara tahunan, di bawah ekspektasi pasar. Saham Applied Materials melonjak setelah proyeksi pendapatan yang melampaui perkiraan. Investasi di bidang AI menjadi fokus utama, dengan total belanja modal perusahaan teknologi besar mencapai US$650 miliar. Selain itu, kesepakatan tarif antara AS dan Taiwan serta rencana pemangkasan tarif baja dan aluminium memengaruhi kinerja saham produsen logam dan aluminium.