IHSG Tertekan Rupiah & Minyak, Investor Beralih ke Emas?


Shoesmart.co.id – JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergulat dengan tekanan akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan melonjaknya harga minyak dunia. Situasi ini mendorong sebagian investor untuk mencari perlindungan pada aset yang lebih aman, yaitu emas.

Dalam sepekan terakhir, IHSG terparkir di level 7.026, terkoreksi sekitar 0,99 persen. Bersamaan dengan itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 2,8 triliun di pasar reguler.

Kombinasi sentimen global dan domestik menjadi biang keladi tekanan ini. Ketegangan geopolitik global membuat investor enggan mengambil risiko, sementara di dalam negeri, rupiah yang melemah memperburuk kondisi ekonomi.

Analis PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, mengungkapkan bahwa kondisi ini membuat pasar saham rentan terhadap tekanan jangka pendek. “Aset berisiko seperti saham di pasar berkembang, termasuk IHSG, berpotensi mengalami aksi jual dalam jangka pendek,” jelasnya dalam keterangan yang dikutip pada Selasa (7/4/2026).

Nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.000 per dolar AS meningkatkan biaya impor dan berpotensi memicu inflasi. Sementara itu, harga minyak dunia yang tinggi berisiko membebani anggaran subsidi energi pemerintah jika terus bertahan di atas 100 dolar AS per barel.

Di tengah kondisi yang kurang kondusif ini, emas kembali menjadi primadona sebagai aset safe haven. Harga emas batangan produksi Antam terpantau berada di kisaran Rp 2,89 juta per gram pada perdagangan terakhir, yang mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset yang dianggap lebih stabil.

Lonjakan minat terhadap emas ini mengindikasikan kehati-hatian investor ritel. Ketika pasar saham bergejolak, sebagian masyarakat memilih untuk mengamankan dana mereka pada instrumen yang dinilai lebih aman.

Namun, peluang di pasar saham tetap terbuka. Indo Premier Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai masih menarik untuk dicermati, antara lain STAA, UNVR, dan JPFA, dengan mempertimbangkan potensi katalis dari kebijakan domestik dan pemulihan permintaan.

Selain itu, reksa dana berbasis indeks sektor konsumsi juga dinilai layak untuk diperhatikan secara bertahap di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif.

David Kurniawan mengingatkan para pelaku pasar untuk terus memantau pergerakan rupiah dan harga minyak dalam waktu dekat. “Kondisi ekonomi Indonesia saat ini menghadapi ujian berat akibat kombinasi lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup signifikan,” tegasnya.

IHSG diperkirakan akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Dalam situasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam berinvestasi dan mempertimbangkan risiko yang ada di tengah ketidakpastian pasar.

IHSG Berpotensi Bergerak Mendatar

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi bergerak sideways atau mendatar, didorong oleh sentimen dari dalam dan luar negeri. IHSG dibuka menguat 11,85 poin atau 0,17 persen ke posisi 7.001,28. Di sisi lain, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru turun 0,41 poin atau 0,06 persen ke posisi 707,35.

“Kiwoom Research mengajak para investor untuk berpikir rasional dan menetapkan level previous low di 6.920 sebagai support terdekat yang dinilai masih cukup kuat untuk saat ini. Namun, tingkat spekulasi masih tinggi, sehingga saran wait and see lebih banyak dilakukan,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, status FTSE Russell per Februari 2026 mempertahankan Indonesia sebagai secondary emerging market. Keputusan ini melegakan, karena sebelumnya sempat ada kekhawatiran pasar akan adanya downgrade.

Tinjauan Maret 2026 sempat ditunda oleh FTSE Russell karena isu transparansi kepemilikan dan free float, bahkan disertai pembekuan perubahan indeks. Sementara itu, country review 7 April 2026 bersifat evaluasi klasifikasi, sehingga dampaknya lebih pada sentimen, bukan perubahan komposisi indeks.

Meskipun demikian, penilaian FTSE Russell kemungkinan besar mempertimbangkan implementasi reformasi yang telah dijalankan, seperti pembukaan data kepemilikan di atas 1 persen, publikasi daftar high shareholding concentration, serta kenaikan minimum free float menjadi 15 persen melalui revisi Peraturan Bursa I-A yang efektif sejak 31 Maret 2026.

Selanjutnya, para pelaku pasar akan menantikan pengumuman hasil review bobot indeks Indonesia oleh MSCI untuk Mei 2026, yang akan menentukan apakah Indonesia akan mempertahankan status emerging market atau diturunkan ke frontier market.

Di sisi lain, harga avtur di Indonesia mengalami kenaikan signifikan hingga 72,45 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada April 2026. Kenaikan ini terjadi di seluruh bandara utama, seperti CGK (Soekarno-Hatta), SUB (Juanda), DPS (Ngurah Rai), KNO (Kualanamu), serta UPG (Hasanuddin).

Sebagai contoh, harga avtur di CGK meningkat dari Rp 13.656 per kiloliter (KL) menjadi Rp 23.551 per KL, sementara di DPS dari Rp 15.448 per KL menjadi Rp 25.343 per KL pada periode yang sama.

Dari kancah internasional, sentimen global masih didominasi oleh dinamika konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah memasuki pekan keenam. Fokus utama saat ini adalah upaya diplomatik yang intens, namun belum membuahkan hasil yang signifikan.

Sebelumnya, AS dan Iran telah menerima kerangka proposal gencatan senjata yang disusun oleh Pakistan, Mesir, dan Turki melalui jalur komunikasi intensif, termasuk keterlibatan langsung pejabat tinggi, seperti Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Proposal tersebut dikenal sebagai “Islamabad Accord” dan mencakup skema dua tahap, yaitu gencatan senjata segera dengan pembukaan Selat Hormuz, yang akan diikuti oleh negosiasi lanjutan selama 15–20 hari menuju kesepakatan permanen, termasuk isu nuklir, pencabutan sanksi, serta pelepasan aset beku Iran.

Namun, dalam perkembangan terbaru, Iran menolak proposal tersebut dan memilih untuk mengajukan tuntutan penghentian perang secara permanen, termasuk jaminan keamanan kawasan, kompensasi kerusakan, serta pengaturan baru atas Selat Hormuz.

Upaya gencatan senjata selama 45 hari yang sebelumnya juga dibahas belum berhasil memperoleh komitmen dari Teheran, yang menandakan masih adanya kesenjangan posisi yang cukup lebar antara kedua belah pihak.

Pada perdagangan Senin (6/4/2026), bursa saham Eropa mayoritas mengalami pelemahan. Euro Stoxx 50 melemah 0,70 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,69 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,56 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,24 persen.

Sebaliknya, bursa AS Wall Street kompak menguat pada perdagangan Senin (6/4/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,36 persen ke 46.669,88, indeks S&P 500 menguat 0,44 persen ke 6.611,83, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,61 persen ke 24.192,17.

Bursa saham regional Asia pagi ini menunjukkan performa beragam. Indeks Nikkei melemah 26,28 poin atau 0,12 persen ke 53.251,00, indeks Shanghai menguat 16,62 poin atau 0,43 persen ke 3.896,72, indeks Hang Seng melemah 177,50 poin atau 0,70 persen ke 25.116,53, dan indeks Strait Times melemah 0,60 poin atau 0,01 persen ke 4.971,80.

Ringkasan

IHSG mengalami tekanan akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia, menyebabkan investor beralih ke aset yang lebih aman seperti emas. Dalam sepekan terakhir, IHSG terkoreksi sekitar 0,99 persen dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 2,8 triliun di pasar reguler. Kombinasi sentimen global dan domestik menjadi penyebab tekanan ini, dengan ketegangan geopolitik global dan rupiah yang melemah memperburuk kondisi ekonomi.

Kiwoom Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak mendatar (sideways) dengan level support terdekat di 6.920. Investor disarankan untuk wait and see karena tingkat spekulasi masih tinggi. Pasar juga menantikan pengumuman hasil review bobot indeks Indonesia oleh MSCI untuk Mei 2026 dan terus memantau dinamika global seperti konflik AS-Iran serta perkembangan bursa saham regional dan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *