IHSG Tertekan? Ini Saham Rekomendasi Analis Jumat Ini!

JAKARTA, Shoesmart.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali harus mengakui keunggulan sentimen negatif, terperosok ke zona merah pada perdagangan Kamis (26/3). Kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya tensi geopolitik global menjadi dalang utama pelemahan ini.

IHSG ditutup dengan penurunan signifikan sebesar 1,89% atau 138,02 poin, berakhir di level 7.164,09.

Pergerakan IHSG ini selaras dengan bursa regional yang juga merasakan tekanan serupa. Ketidakjelasan arah negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi sentimen krusial yang membebani sentimen investor.

IHSG Berpeluang Menguat Usai Lebaran, Cek Saham Rekomendasi Analis, Rabu (25/3)

Valdy Kurniawan, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas, menjelaskan bahwa investor cenderung mengambil langkah aman dengan melakukan aksi ambil untung (profit taking) di tengah situasi pasar yang diliputi ketidakpastian.

Dalam 48 jam terakhir, pernyataan kontradiktif yang datang dari AS dan Iran mempersulit pelaku pasar untuk membaca arah perkembangan konflik yang sebenarnya.

Di satu sisi, muncul kabar bahwa Iran tengah mempertimbangkan proposal dari AS untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk. Namun, di sisi lain, Iran justru menegaskan tidak memiliki niat untuk membuka pembicaraan guna mengakhiri konflik Timur Tengah yang semakin meluas.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, berpendapat bahwa pernyataan terbaru Iran yang menyiratkan tidak adanya pembicaraan produktif, langsung direspons negatif oleh pasar. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi terjadinya krisis energi global.

TLKM Fokus Perkuat Bisnis Inti Telekomunikasi, Cek Rekomendasi Analis

Namun demikian, kenaikan harga komoditas energi justru menjadi angin segar bagi saham-saham sektor terkait. Harga minyak Brent yang berhasil menembus level US$ 106 per barel diperkirakan akan menjadi katalis positif yang menopang kinerja emiten energi.

Untuk perdagangan Jumat (27/3/2026), Audi memprediksi IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dengan rentang support di 7.040 dan resistance di 7.343. Indikator MACD juga mengindikasikan tren yang mulai melandai.

“Dinamika tensi geopolitik masih akan menjadi sentimen utama yang mewarnai pergerakan pasar,” tegasnya.

Secara teknikal, Valdy melihat adanya indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda, tercermin dari histogram negatif MACD yang menyempit dan stochastic RSI yang bergerak menuju area pivot. IHSG dinilai masih berpeluang untuk bergerak sideways di rentang 7.050 hingga 7.250.

IHSG Naik 2,75% Usai Lebaran, Ini Rekomendasi Saham dan Sentimen Penting Hari Ini

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengingatkan bahwa IHSG masih rentan melanjutkan koreksi, dengan level support di 7.146 dan resistance di 7.224.

Herditya merekomendasikan kepada investor untuk mencermati pergerakan saham BIRD, GGRM, dan MDKA.

Ringkasan

IHSG mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (26/3) sebesar 1,89% akibat sentimen negatif dari meningkatnya tensi geopolitik global dan ketidakjelasan negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung di tengah ketidakpastian ini. Kenaikan harga komoditas energi menjadi angin segar bagi saham-saham sektor energi.

Untuk perdagangan Jumat (27/3/2026), analis memprediksi IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, dengan dinamika tensi geopolitik sebagai sentimen utama. Analis merekomendasikan untuk mencermati saham BIRD, GGRM, dan MDKA, meskipun IHSG masih rentan melanjutkan koreksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *