Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakui keunggulan sentimen negatif pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (25/11). IHSG terpantau melemah, terkoreksi sebesar 48,369 poin atau setara dengan 0,56 persen, dan mengakhiri sesi di level 8.521,885.
Penurunan juga dialami oleh indeks LQ45, yang ditutup lebih rendah sebesar 6,189 poin atau 0,72 persen, berada pada posisi 857,161. Aktivitas perdagangan hari ini menunjukkan dinamika yang cukup aktif, dengan 277 saham berhasil mencatatkan kenaikan, sementara 364 saham lainnya mengalami penurunan. Sebanyak 170 saham memilih untuk stagnan, tidak bergerak dari posisi sebelumnya.
Intensitas perdagangan saham hari ini cukup tinggi, tercatat sebanyak 2.547.735 kali transaksi. Volume perdagangan mencapai angka fantastis, yaitu 55,072 miliar saham, dengan nilai total transaksi mencapai Rp 29,316 triliun.
Beberapa saham mengalami penurunan harga yang signifikan dan menjadi top losers pada perdagangan sore ini. Diantaranya adalah Cahayasakti Investindo Sukses (CSIS) yang merosot 62 poin atau 12,45 persen ke level 436. Kemudian, Megapower Makmur (MPOW) juga mengalami penurunan sebesar 15 poin atau 11,03 persen ke harga 121. Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) mencatatkan penurunan yang cukup dalam, yakni 1.175 poin atau 8,39 persen ke level 12.825. Bundamedik (BMHS) turun 18 poin atau 7,96 persen ke harga 208, dan Remala Abadi (DATA) ditutup melemah 350 poin atau 7,78 persen ke level 4.150.
Di tengah koreksi IHSG, nilai tukar rupiah justru menunjukkan performa yang menggembirakan. Mengutip data Bloomberg, rupiah berhasil menguat 42,00 poin atau 0,25 persen, berada di level Rp 16.657 terhadap dolar AS. Penguatan ini memberikan sedikit angin segar di tengah sentimen negatif dari pasar saham.
Bagaimana dengan kinerja bursa saham Asia lainnya? Berikut adalah rangkuman kondisi bursa saham Asia sore ini:
* Indeks Nikkei 225 di Jepang mencatatkan kenaikan tipis sebesar 33,601 poin atau 0,07 persen, berada di posisi 48.659,500.
* Indeks Hang Seng di Hong Kong juga mengalami kenaikan, naik sebesar 178,050 poin atau 0,69 persen, ke level 25.894,550.
* Indeks SSE Composite di China menunjukkan performa yang positif dengan kenaikan sebesar 33,250 poin atau 0,87 persen, mencapai 3.870,020.
* Berbeda dengan bursa Asia lainnya, Indeks Straits Times di Singapura justru mengalami penurunan sebesar 11,939 poin atau 0,27 persen, berada di level 4.484,689.
Ringkasan
Pada penutupan perdagangan Selasa (25/11), IHSG terkoreksi 0,56 persen atau 48,369 poin, berakhir di level 8.521,885. Indeks LQ45 juga mengalami penurunan. Aktivitas perdagangan tercatat aktif dengan jumlah saham yang turun lebih banyak daripada yang naik, meskipun nilai transaksi mencapai Rp 29,316 triliun.
Di tengah pelemahan IHSG, rupiah justru menguat terhadap dolar AS. Sementara itu, bursa saham Asia menunjukkan kinerja beragam, dengan Nikkei, Hang Seng, dan SSE Composite mencatatkan kenaikan, sedangkan Straits Times mengalami penurunan.