Shoesmart.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (29/1), dengan penurunan sebesar 1,06 persen atau 88,3 poin, berakhir di level 8.232. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya IHSG sempat mengalami trading halt akibat penurunan tajam hingga mencapai 7.481.
Data dari RTI Business menunjukkan bahwa sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.296 setelah dibuka di zona merah pada level 8.027.
Secara keseluruhan, volume transaksi mencapai 99,109 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 68,178 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 4.934.527 kali.
Pada penutupan perdagangan, sentimen pasar menunjukkan dominasi pelemahan, dengan 521 saham mengalami penurunan. Sementara itu, 214 saham berhasil mencatatkan penguatan, dan 73 saham lainnya stagnan.
Sempat mengalami trading halt, IHSG kemudian menunjukkan sedikit pemulihan, terutama didorong oleh kinerja beberapa saham perbankan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 5,29 persen atau 190 poin, mencapai harga 3.780.
Selain BBRI, saham-saham perbankan lainnya juga turut memberikan kontribusi positif. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,49 persen atau 175 poin menjadi 7.200, diikuti oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguat 1,54 persen atau 70 poin ke level 4.630.
Sektor properti juga memberikan sentimen positif, dengan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melonjak 6,67 persen atau 100 poin menjadi 1.600, serta PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang naik tipis 0,52 persen atau 2 poin ke level 388.
Di sektor pertambangan, beberapa emiten juga berhasil mencatatkan pertumbuhan. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,25 persen atau 275 poin mencapai 22.200, dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) menguat tipis 0,45 persen atau 10 poin ke level 2.220.
Namun, sentimen negatif masih mendominasi sektor konsumer dan konstruksi. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) bahkan mengalami penurunan signifikan sebesar 2,20 persen atau 550 poin, menjadi 24.400.
Saham-saham yang mengalami penurunan terdalam (top losers) di indeks LQ45 hari ini dipimpin oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan penurunan sebesar 14,97 persen, diikuti oleh PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang turun 14,92 persen, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang terkoreksi 8,85 persen.
Ringkasan
IHSG mengalami koreksi sebesar 1,06% pada penutupan perdagangan, turun ke level 8.232 setelah sempat mengalami trading halt. Meskipun demikian, beberapa saham perbankan menunjukkan kinerja positif, terutama saham BBRI yang melonjak 5,29%.
Selain BBRI, saham BBCA dan BMRI juga turut memberikan kontribusi positif pada IHSG. Sektor properti dan pertambangan juga mencatatkan pertumbuhan pada beberapa emiten, sementara sektor konsumer dan konstruksi didominasi sentimen negatif, dengan UNTR mengalami penurunan signifikan.