Shoesmart.co.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan hari Kamis, 12 Februari 2026. IHSG terkoreksi sebesar 25,61 poin atau 0,31%, berakhir di level 8.265,35.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Tercatat, sebanyak 294 saham berhasil membukukan kenaikan harga, sementara 384 saham mengalami penurunan. Sebanyak 144 saham lainnya terpantau stagnan.
Performa sektoral juga menunjukkan variasi. Dari sebelas indeks sektoral yang ada, empat di antaranya berhasil menguat, sementara tujuh sektor lainnya harus relaParkir di zona merah, mengikuti pelemahan yang terjadi pada IHSG.
Sektor barang baku menjadi penopang utama dengan kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 1,46%. Sektor properti menyusul dengan kenaikan sebesar 0,95%, dan sektor transportasi mencatatkan kenaikan sebesar 0,44%.
Namun, tidak semua sektor bernasib baik. Sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam, terkoreksi sebesar 1,25%. Kemudian, sektor barang konsumen siklikal turun 0,92%, dan sektor barang konsumen non-siklikal mengalami penurunan sebesar 0,60%.
Secara keseluruhan, volume perdagangan saham hari ini mencapai 42,84 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,55 triliun.
Top Gainers dan Top Losers LQ45
Di antara saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45, terdapat beberapa saham yang menjadi pemimpin penguatan (top gainers) dan penurunan (top losers).
Berikut adalah daftar top gainers LQ45 pada perdagangan hari ini:
1. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dengan kenaikan 13,07%
2. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dengan kenaikan 4,61%
3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan kenaikan 3,65%
Sementara itu, berikut adalah daftar top losers LQ45 pada perdagangan hari ini:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan penurunan 3,51%
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan penurunan 2,63%
3. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) dengan penurunan 2,55%
Ringkasan
Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,31% dan berakhir di level 8.265,35. Meskipun 294 saham mencatatkan kenaikan, 384 saham mengalami penurunan. Sektor barang baku menjadi penopang utama dengan kenaikan tertinggi, sementara sektor kesehatan mengalami penurunan terdalam.
Saham SMGR, NCKL, dan INCO menjadi top gainers dalam indeks LQ45. Sebaliknya, BRPT, MAPI, dan HEAL menjadi pemberat indeks LQ45 dengan penurunan masing-masing sebesar 3,51%, 2,63%, dan 2,55%. Volume perdagangan mencapai 42,84 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 23,55 triliun.