
Menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-78 pada 17 Agustus, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan yang positif. Para analis optimistis IHSG berpotensi menembus level psikologis 8.000 pada Agustus ini, didorong oleh beberapa faktor kunci.
Salah satu pendorong utama adalah rotasi sektor investasi ke saham perbankan. Selain itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga turut meningkatkan sentimen positif pasar. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, bahkan menargetkan pencapaian rekor baru IHSG pada momentum kemerdekaan. “IHSG per hari ini telah tumbuh lebih dari 1 persen dan sudah mencapai 7.600 hari ini. Tolong doakan bersama-sama, di ulang tahun ke-78 Republik Indonesia, indeks kita bisa mencapai 8.000,” ujarnya dalam peluncuran Yayasan Padi Kapas Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin (28/7).
Pengamat pasar modal dan Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi, mengamini optimisme tersebut. Ia menilai target IHSG menembus angka 8.000 sangat memungkinkan tercapai di bulan Agustus. Menurut Lanjar, saham perbankan menjadi pilihan utama investor asing untuk diversifikasi portofolio di pasar negara berkembang. Minat ini semakin meningkat seiring stabilitas risiko global, kemajuan negosiasi perdagangan internasional, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kembali di atas 5 persen. “Dan arah BI rate yang memiliki ruang pemangkasan lanjutan, mendorong investor asing untuk mendiversifikasi investasi mereka ke Indonesia,” jelas Lanjar kepada kumparan, Rabu (13/8). Lanjar memproyeksikan IHSG akan berada di kisaran 7.985–8.179 hingga akhir tahun, dengan valuasi wajar price-to-earnings (PE) di level 13,34 kali. Sektor-sektor yang berpotensi menguat meliputi perbankan, properti, infrastruktur, pertambangan, industri, dan konsumer siklikal.
Senada dengan Lanjar, Nafan Aji Gusta, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, melihat prospek cerah sektor perbankan (IDX Financials) pada semester kedua tahun ini. “Perbankan berpotensi menjadi improving sector. Terjadi rotasi sektor dan semestinya perbankan bisa mengalami recovery dari sisi pertumbuhan kredit, apalagi pertumbuhan kredit yang berkualitas,” ungkap Nafan. Ia menambahkan bahwa kebijakan pelonggaran moneter BI akan meningkatkan likuiditas pasar keuangan, menekan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), dan memperbaiki margin keuntungan bersih perbankan di semester II. “Pertumbuhan kredit bisa mengalami recovery, ya, dari sisi pertumbuhan kredit, apalagi pertumbuhan kredit yang berkualitas, misalnya,” imbuhnya.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
Ringkasan
Menjelang HUT RI ke-78, IHSG menunjukkan tren positif dan berpotensi menembus level 8.000. Optimisme ini didorong oleh rotasi sektor investasi ke saham perbankan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI). Direktur Utama BEI menargetkan pencapaian rekor baru IHSG pada momentum kemerdekaan.
Analis pasar modal memproyeksikan IHSG akan berada di kisaran 7.985–8.179 hingga akhir tahun, dengan sektor perbankan menjadi pilihan utama investor asing. Kebijakan pelonggaran moneter BI diharapkan meningkatkan likuiditas pasar, menekan rasio kredit bermasalah (NPL), dan memperbaiki margin keuntungan bersih perbankan.