IHSG Sideways Jumat? Intip Rekomendasi Saham Potensi Cuan!

Shoesmart.co.id – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan hari Jumat (13 Februari 2026), menjelang libur panjang perayaan Tahun Baru Imlek.

Pada hari Kamis (12 Februari 2026), IHSG mengalami penurunan sebesar 0,31% dan ditutup pada level 8.265,35. Koreksi ini terjadi setelah indeks saham mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut. Aksi ambil untung (profit taking) oleh para investor menjelang libur panjang menjadi salah satu faktor pendorong pelemahan ini. Selain itu, sentimen negatif dari koreksi bursa global dan melemahnya nilai tukar rupiah juga turut mempengaruhi pergerakan IHSG.

Herditya Wicaksana, Head of Research MNC Sekuritas, mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG saat ini masih sesuai dengan proyeksi teknikal yang telah dianalisis sebelumnya.

Wall Street Anjlok, Penurunan Saham Teknologi Semakin Dalam Akibat Kekhawatiran AI

“Pergerakan IHSG masih inline dengan laporan kami. Untuk besok [Jumat], IHSG berpeluang menguat dengan level support di 8.223 dan resistance di 8.317,” jelas Herditya kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Lebih lanjut, Herditya menambahkan bahwa para investor saat ini masih terus memantau perkembangan pertemuan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), serta langkah-langkah lanjutan yang akan diambil sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut.

Adapun beberapa saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan antara lain saham BKSL dengan rentang harga Rp 161–Rp 169, saham ENRG di kisaran Rp 1.460–Rp 1.585, serta saham PSAB di kisaran harga Rp 605–Rp 635.

Senada dengan Herditya, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, juga berpendapat bahwa pelemahan IHSG disebabkan oleh aksi profit taking menjelang libur panjang Imlek.

“IHSG ditutup melemah karena antisipasi long weekend setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut. Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian,” terang Alrich.

Dari analisis teknikal, Alrich menilai bahwa IHSG masih mampu bertahan di atas garis MA5 dan MA200, meskipun sempat gagal untuk mempertahankan posisinya di atas level 8.300. Histogram negatif MACD menunjukkan penyempitan, sementara Stochastic RSI bergerak menguat di area pivot.

“IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di rentang 8.180-8.300 pada perdagangan hari Jumat,” imbuhnya.

PGEO Mulai Garap Pilot Project Hidrogen Hijau, Begini Pandangan Analis

Phintraco Sekuritas memproyeksikan level resistance IHSG berada di 8.300, level pivot di 8.250, dan level support di 8.180. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk perdagangan Jumat (13/2/2026) antara lain SMGR, ASII, INTP, PGEO, dan SMDR.

Dari sisi eksternal, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Januari 2026. Data ini diperkirakan akan menunjukkan perlambatan menjadi 2,5% secara tahunan, dibandingkan dengan 2,7% pada bulan Desember 2025. Inflasi inti juga diproyeksikan akan mengalami penurunan menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,6%. Data inflasi ini menjadi penting untuk dicermati, terutama setelah rilis data nonfarm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Selain itu, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk menyelenggarakan sarasehan ekonomi pada hari Jumat (13/2/2026). Acara ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi perekonomian nasional serta respons pemerintah terhadap dinamika global, termasuk penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s dari stabil menjadi negatif.

Ringkasan

IHSG diperkirakan akan bergerak sideways pada hari Jumat (13 Februari 2026) menjelang libur Imlek, setelah terkoreksi 0,31% pada hari Kamis akibat aksi ambil untung dan sentimen negatif dari bursa global. Analis memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang 8.180-8.300, dengan level support dan resistance yang perlu diperhatikan.

Beberapa saham direkomendasikan untuk diperhatikan, termasuk BKSL, ENRG, dan PSAB menurut MNC Sekuritas, serta SMGR, ASII, INTP, PGEO, dan SMDR menurut Phintraco Sekuritas. Investor juga akan memantau data inflasi AS dan sarasehan ekonomi yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *