KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan berlangsung pada 21–22 April 2026. Keputusan terkait suku bunga acuan menjadi fokus utama para pelaku pasar.
Sentimen dari RDG BI ini diyakini akan memberikan arah bagi laju IHSG.
Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa menjelang RDG BI, IHSG cenderung bergerak terbatas dan mengalami konsolidasi. Tekanan eksternal, terutama nilai tukar Rupiah yang menyentuh level mengkhawatirkan di Rp 17.158 per dolar Amerika Serikat (AS), turut membebani pergerakan indeks.
IHSG Diproyeksi Lanjut Melemah pada Kamis (16/4), Cermati Saham Rekomendasi Analis
“Tekanan ini terlihat dari aksi jual asing pada saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI. Sementara itu, dana asing masih mengalir masuk ke saham-saham komoditas yang diuntungkan oleh pendapatan berbasis dolar AS,” ungkap Liza kepada Kontan, Jumat (17/4/2026).
Secara terpisah, Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan wait and see.
“Investor saat ini cenderung menahan diri sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter, di tengah dinamika global yang masih dipengaruhi oleh arah suku bunga The Fed dan tren inflasi,” jelas Elandry.
Skenario IHSG
Elandry memaparkan beberapa skenario pergerakan IHSG berdasarkan keputusan suku bunga BI.
Pertama, penurunan suku bunga akan menjadi sentimen positif bagi pasar, terutama sektor perbankan, properti, dan konsumer. Dalam skenario ini, IHSG berpotensi menguat ke kisaran 7.800–8.000.
Kedua, jika suku bunga ditahan, skenario yang paling diantisipasi pasar, IHSG diperkirakan bergerak sideways di rentang 7.200–7.400 dengan rotasi sektoral yang terbatas.
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Pemicu dan Saham Rekomendasi Analis
Ketiga, kenaikan suku bunga berpotensi menjadi sentimen negatif jangka pendek karena meningkatkan cost of fund dan menekan daya beli. Akibatnya, IHSG berisiko terkoreksi ke kisaran 7.300–7.500.
Sementara itu, Liza berpendapat bahwa hanya ada dua skenario yang relevan saat ini.
Pertama, jika BI menahan suku bunga, IHSG berpotensi bergerak di kisaran 7.400–7.700 dengan volatilitas yang tinggi.
Kedua, jika BI menaikkan suku bunga, pasar berisiko terkoreksi ke bawah 7.300–7.250 karena tekanan likuiditas dan kekhawatiran akan stabilitas makro.
Kenaikan suku bunga akan menjadi sentimen negatif bagi pasar karena, selain meningkatkan cost of fund dan menekan valuasi, juga mengirim sinyal bahwa stabilitas Rupiah menjadi prioritas utama di tengah tekanan global.
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Rabu (15/4), Investor Perlu Waspada Profit Taking
Oleh karena itu, Liza menyarankan agar investor tetap defensif, menerapkan strategi wait and see, atau melakukan akumulasi selektif pada saham-saham likuid, khususnya yang memiliki eksposur dolar AS. Investor juga perlu mencermati arah Rupiah, yield global, dan komunikasi kebijakan BI ke depan.
Elandry juga menyarankan agar investor tetap selektif dan defensif dalam jangka pendek. Sektor-sektor yang perlu diperhatikan meliputi:
- Perbankan: Sensitif terhadap perubahan suku bunga
- Properti & konstruksi: Berpotensi diuntungkan jika suku bunga turun
- Konsumer: Dipengaruhi daya beli masyarakat
- Komoditas: Relatif lebih tahan terhadap perubahan suku bunga domestik
Elandry juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang bisa dicermati oleh investor dan pelaku pasar, antara lain:
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
- Target harga: Rp 6.700
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
- Target harga: Rp 5.000
Reli IHSG Terhenti Disertai Net Sell Asing Rp 1,16 Triliun, Cek Saham yang Dilego
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
- Target harga: Rp 1.500
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
- Target harga: Rp 3.200
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
- Target harga: Rp 7.500
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- Target harga: Rp 3.500
Ringkasan
IHSG diperkirakan bergerak sideways menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang keputusannya terkait suku bunga acuan akan menjadi fokus pasar. Tekanan eksternal, terutama nilai tukar Rupiah yang melemah, turut membebani indeks. Investor cenderung menahan diri sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter di tengah dinamika global.
Analis memaparkan beberapa skenario pergerakan IHSG berdasarkan keputusan suku bunga BI, termasuk potensi penguatan jika suku bunga diturunkan dan koreksi jika dinaikkan. Investor disarankan untuk tetap defensif, menerapkan strategi wait and see, dan mencermati saham-saham likuid dengan eksposur dolar AS, serta memperhatikan sektor perbankan, properti, konsumer, dan komoditas. Beberapa saham yang direkomendasikan meliputi BBCA, BMRI, BBTN, TLKM, ICBP, dan MDKA.