Shoesmart.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas pada awal pekan ini, Senin (26 Januari 2026). Sinyal ini muncul setelah tekanan jual mulai mereda di akhir pekan sebelumnya. Pada penutupan perdagangan Jumat (23 Januari), IHSG tercatat turun 0,46% ke level 8.951,01.
Hendra Wardana, pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, melihat adanya peluang penguatan IHSG yang didukung oleh beberapa sentimen positif. Di antaranya adalah stabilitas nilai tukar rupiah, penguatan harga komoditas global, dan potensi rebound teknikal setelah mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir. 
Namun, Hendra juga mengingatkan bahwa ruang kenaikan indeks masih relatif terbatas. Hal ini disebabkan karena investor cenderung mengambil sikap hati-hati, terutama menjelang rilis data ekonomi global dan kejelasan arah kebijakan bank sentral utama dunia.
Aksi Buyback Ramai pada Januari 2026, Cermati Saham Rekomendasi Analis
Senada dengan Hendra, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, berpendapat bahwa pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, fluktuasi harga emas, serta perkembangan geopolitik global yang terus menjadi perhatian pelaku pasar.
Selain itu, sentimen dari indeks MSCI juga diperkirakan masih akan memberikan dampak pada pergerakan sejumlah saham yang menjadi bagian dari konstituennya.
Dari sisi teknikal, Herditya memprediksi IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas dengan area support di level 8.909 dan resistance di kisaran 8.992. Sementara itu, Hendra memperkirakan IHSG berpotensi rebound dalam rentang 8.900 hingga 9.050.
Di tengah pergerakan pasar yang cenderung terbatas, investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham, terutama yang berbasis komoditas dan sektor siklikal tertentu.
IHSG Berpeluang Tertekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis pada Kamis (22/1)
Hendra merekomendasikan strategi trading buy pada saham INCO dengan target harga Rp 7.000 per saham. Selain itu, investor juga dapat mempertimbangkan speculative buy pada saham MBMA dengan target Rp 850 dan JPFA dengan target Rp 3.000 per saham.
Adapun Herditya memberikan rekomendasi saham ANTM dengan target harga di kisaran Rp 4.440 hingga Rp 4.580, HRTA dengan target Rp 2.490 sampai Rp 2.720, serta TOBA dengan target harga Rp 925 hingga Rp 1.040 per saham.
Ringkasan
IHSG diperkirakan akan mengalami penguatan terbatas pada awal pekan, didukung oleh stabilitas rupiah, penguatan harga komoditas, dan potensi rebound teknikal. Namun, kenaikan indeks diperkirakan terbatas karena investor cenderung hati-hati menjelang rilis data ekonomi global dan kebijakan bank sentral.
Analis menyarankan investor selektif dalam memilih saham, khususnya yang berbasis komoditas dan sektor siklikal. Rekomendasi saham meliputi INCO, MBMA, dan JPFA menurut Hendra, serta ANTM, HRTA, dan TOBA menurut Herditya dengan target harga yang telah ditentukan.