KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan berhasil rebound pada perdagangan Selasa (3 Februari 2026). IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 2,52% ke level 8.122,60. Meskipun demikian, tercatat net foreign sell senilai sekitar Rp760,05 miliar.
Reza Diofanda, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, berpendapat bahwa penguatan IHSG kali ini lebih disebabkan oleh technical rebound. Indeks terpantau memantul dari area support teknikal krusial setelah mengalami koreksi yang cukup dalam beberapa waktu sebelumnya.
“Penguatan yang terjadi pada IHSG hari ini lebih mengarah pada technical rebound, terutama pada saham-saham konglomerasi yang sebelumnya telah mencapai area support teknikal yang penting,” jelas Reza kepada Kontan, Selasa (3 Februari 2026).
IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Cermati Saham Rekomendasi Analis untuk Selasa (3/2)
Dari kancah global, sentimen positif didorong oleh penguatan yang terjadi di sebagian besar bursa Asia, pulihnya sejumlah harga komoditas, serta membaiknya sentimen risiko di kawasan regional. Faktor-faktor ini turut memberikan angin segar bagi pergerakan IHSG.
Sementara dari dalam negeri, pasar mulai menunjukkan respons terhadap harapan pemulihan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Hal ini seiring dengan rencana reformasi yang digulirkan serta agenda pertemuan antara otoritas terkait dengan MSCI.
Secara teknikal, Reza menekankan bahwa IHSG saat ini masih berada dalam fase rebound yang terbatas dan belum memberikan konfirmasi breakout yang valid.
“Area support IHSG berada di kisaran 7.618-7.858, yang diperkuat oleh MA200 di area 7.800-an. Bertahannya level ini berhasil meredam tekanan jual yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” terangnya lebih lanjut.
Untuk proyeksi perdagangan Rabu (4 Februari 2026), IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, meskipun dengan ruang gerak yang relatif terbatas. Investor diharapkan tetap waspada dan selektif dalam memilih saham.
IHSG Rontok 7,35% Karena MSCI, Analis Prediksi Rebound Kamis Ini, Cek Saham Pilihan
“Resistance terdekat berada di kisaran 8.297-8.408. Pergerakan indeks ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi rebound harga komoditas serta kemampuan meredam tekanan jual yang ada,” ungkap Reza.
Lebih lanjut, investor diperkirakan akan tetap bersikap selektif dan cenderung wait and see dalam menyikapi perkembangan kebijakan serta hasil diskusi antara regulator dengan MSCI. Hal ini dikarenakan hasil diskusi tersebut berpotensi menjadi sentimen yang memengaruhi pasar dalam jangka pendek.
Dalam jangka pendek, Reza melihat adanya peluang selektif pada saham BRMS di rentang harga Rp910 – Rp950 per saham. Target resistance berada di level Rp1.010 – Rp1.065 per saham, dengan menetapkan stop loss di bawah Rp880 per saham.
IHSG Berpeluang Rebound pada Kamis (29/1), Ini Saham Rekomendasi Analis
Sementara itu, saham ASII dapat dicermati dengan strategi buy on breakout pada harga Rp6.875 per saham. Target yang dipatok berada di rentang Rp 6.900-Rp7.200 per saham, dengan stop loss ditempatkan di bawah Rp6.700 per saham.
ASII Chart by TradingView
Adapun saham INDF dinilai menarik untuk diperdagangkan di area Rp7.050-Rp7.150 per saham, dengan target harga Rp7.275-Rp7.700 per saham dan stop loss di bawah Rp7.000 per saham.
Ringkasan
IHSG berhasil rebound pada perdagangan Selasa (3 Februari 2026) dengan penguatan 2,52% ke level 8.122,60, meskipun ada net foreign sell. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai penguatan ini sebagai technical rebound setelah indeks memantul dari area support teknikal krusial. Sentimen positif juga didorong oleh penguatan bursa Asia, pemulihan harga komoditas, dan harapan pemulihan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
Secara teknikal, IHSG masih dalam fase rebound terbatas dengan resistance terdekat di kisaran 8.297-8.408. Analis merekomendasikan saham BRMS, ASII, dan INDF dengan strategi dan target harga tertentu, serta menetapkan level stop loss. Investor disarankan tetap selektif dan wait and see dalam menyikapi perkembangan kebijakan dan hasil diskusi antara regulator dengan MSCI.