Shoesmart.co.id MAKASSAR — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, menyatakan keyakinannya terhadap masa depan cerah pasar modal Indonesia, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami tekanan.
Menurut Andi Iwan, koreksi signifikan yang terjadi belakangan ini lebih merupakan gejolak sesaat dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang melemah. Tekanan jual yang deras dipicu oleh kekhawatiran MSCI mengenai *free float* saham-saham di Indonesia.
“Memang benar, IHSG sempat mengalami tekanan yang cukup dalam. Namun, Kadin Sulsel melihat ini sebagai fase koreksi yang wajar. Pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat dan berpotensi besar untuk bangkit kembali, seiring dengan fokus pemerintah pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkap Andi Iwan kepada awak media, Senin (2 Februari 2026).
Respons cepat pemerintah dalam menanggapi gejolak pasar, lanjut Andi Iwan, memberikan sinyal positif bagi para investor. Langkah konkret seperti pertemuan virtual antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada hari yang sama (2 Februari 2026), menunjukkan keseriusan pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, BEI dan OJK telah mengajukan proposal solusi terkait transparansi yang menjadi perhatian MSCI. Andi Iwan menilai bahwa pemerintah menunjukkan komitmen yang kuat untuk membenahi berbagai regulasi pasar modal, dengan tujuan agar bursa Indonesia menjadi semakin terbuka, transparan, dan kredibel.
Kebijakan ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong reformasi internal guna meningkatkan kualitas pasar saham nasional agar setara dengan bursa-bursa terkemuka di dunia. Andi Iwan juga mengapresiasi ketegasan pemerintah dalam menindak praktik manipulasi dan spekulasi yang dapat merusak integritas pasar.
Penegakan hukum yang jelas dan konsisten, menurutnya, merupakan fondasi penting bagi terciptanya kepercayaan investor jangka panjang. “Tidak boleh ada toleransi terhadap praktik-praktik yang mencederai pasar. Kadin memandang bahwa menjadikan penegakan hukum sebagai agenda utama adalah keputusan yang tepat,” tegasnya.
Sinergi yang kuat antara BEI, OJK, dan aparat penegak hukum dalam menindak pelanggaran aturan bursa dan undang-undang sektor keuangan akan memperkuat tata kelola pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Dengan demikian, investor akan merasa lebih aman dan nyaman berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, Andi Iwan mengingatkan bahwa di balik gejolak pasar yang terjadi, indikator fundamental ekonomi Indonesia masih sangat solid. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tercatat mencapai 5,64 persen dan diperkirakan akan terus membaik pada periode-periode berikutnya. Inflasi juga terkendali di level 2,92 persen, masih sesuai dengan target nasional.
Cadangan devisa Indonesia hingga Desember mencapai sekitar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan 6,2 bulan impor. Defisit fiskal juga berhasil dijaga di bawah ambang batas 3 persen. “Rasio utang kita juga relatif sehat, di kisaran 40 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman 60 persen. Ini menunjukkan bahwa ruang fiskal dan stabilitas makro kita masih sangat kuat,” jelasnya.
Dengan kombinasi reformasi regulasi, penegakan hukum yang tegas, serta fundamental ekonomi yang terjaga, Andi Iwan meyakini bahwa kepercayaan investor akan kembali pulih. Ia melihat pasar modal Indonesia tetap menarik, tidak hanya bagi investor domestik, tetapi juga bagi investor global.
“Kami optimistis, dengan konsistensi kebijakan dan keberanian pemerintah dalam menjaga integritas pasar, IHSG akan kembali menemukan momentumnya. Ini bukan hanya tentang kondisi hari ini atau besok, tetapi tentang arah jangka panjang ekonomi Indonesia yang tetap menjanjikan,” pungkas Andi Iwan.(*)
Ringkasan
Ketua Kadin Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, optimis terhadap pasar modal Indonesia meskipun IHSG mengalami tekanan karena kekhawatiran MSCI terkait free float saham. Menurutnya, koreksi ini adalah fase wajar dan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah telah merespon cepat dengan melakukan pertemuan virtual antara BEI, OJK, dan MSCI untuk membahas solusi transparansi.
Andi Iwan mengapresiasi upaya pemerintah dalam mereformasi regulasi pasar modal dan menegakkan hukum terhadap praktik manipulasi. Ia juga menekankan bahwa indikator fundamental ekonomi Indonesia masih solid, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang kuat. Kombinasi reformasi, penegakan hukum, dan fundamental ekonomi yang terjaga akan memulihkan kepercayaan investor dan mendorong IHSG kembali naik.