IHSG Rebound! Asing Net Sell Rp 1,59 Triliun, Peluang atau Ancaman?

JAKARTA – Setelah sempat tertekan selama dua hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali bernapas lega dan parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026). Namun, ironisnya, di balik penguatan ini, investor asing justru masih gencar melakukan aksi jual bersih dengan nilai yang cukup signifikan.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG berhasil naik tipis 0,17% atau bertambah 12,62 poin, sehingga menutup hari di level 7.634,00. Secara keseluruhan, dalam sepekan terakhir, IHSG mencatatkan kenaikan yang cukup menggembirakan, yakni sebesar 2,35%.

IHSG Menguat, Asing Malah Net Sell Hampir Rp 1 Triliun Hari Ini (17/4)

Kenaikan IHSG pada hari Jumat didorong oleh performa apik sebagian besar sektor. Dari 11 sektor yang ada, tujuh di antaranya berhasil menutup perdagangan di wilayah positif. Sektor properti dan real estat menjadi bintang utama dengan lonjakan sebesar 1,98%, disusul sektor transportasi yang melesat 1,60% dan infrastruktur yang naik 0,79%. Sektor konsumer primer juga turut menyumbang tenaga dengan kenaikan 0,57%, diikuti sektor teknologi (0,50%), dan perindustrian yang menguat tipis.

Sayangnya, tidak semua sektor bernasib baik. Beberapa sektor masih harus berjuang di tengah sentimen positif pasar. Sektor barang konsumer non-primer mengalami penurunan 0,46%, diikuti sektor keuangan 0,34%, kesehatan 0,09%, dan energi yang melemah tipis 0,04%.

Aktivitas perdagangan pada hari Jumat terbilang cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 40,74 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp15,62 triliun. Pergerakan harga saham pun cukup bervariasi, dengan 323 saham berhasil menguat, 337 saham melemah, dan 160 saham stagnan.

Reli IHSG Terhenti Disertai Net Sell Asing Rp 1,16 Triliun, Cek Saham yang Dilego

Di tengah upaya pemulihan IHSG, investor asing justru mencatatkan diri melakukan net sell sebesar Rp 931,44 miliar pada perdagangan harian. Bahkan, jika diakumulasikan selama sepekan terakhir, nilai jual bersih asing mencapai angka yang fantastis, yakni Rp1,59 triliun.

Aksi jual oleh investor asing ini terpusat pada sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi target utama pelepasan dengan nilai mencapai Rp905,43 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp631,43 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp278,34 miliar.

BBRI Chart by TradingView

Tekanan jual juga menghantui saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp204,32 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp194,17 miliar, serta saham perbankan raksasa lainnya seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp192,9 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp148,21 miliar.

IHSG Terkoreksi ke 7.621, Saham Big Banks Banyak Dilego Asing, Kamis (16/4)

Selain nama-nama di atas, saham lain yang masuk dalam daftar net sell terbesar investor asing antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp143,63 miliar, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp126,74 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp113,35 miliar.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun IHSG menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tekanan dari arus modal asing yang keluar masih menjadi perhatian utama dan berpotensi membayangi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Ringkasan

IHSG berhasil menguat tipis 0,17% pada perdagangan Jumat, mencapai level 7.634,00, dengan kenaikan mingguan sebesar 2,35%. Penguatan ini didorong oleh sektor properti, transportasi, dan infrastruktur. Namun, di balik penguatan tersebut, investor asing justru melakukan net sell signifikan.

Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp931,44 miliar pada hari Jumat, dan total Rp1,59 triliun selama seminggu terakhir. Saham-saham seperti BBRI, BUMI, dan ANTM menjadi target utama penjualan asing, menunjukkan potensi tekanan pada pasar dalam jangka pendek meskipun IHSG menunjukkan tanda pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *