IHSG Rawan Koreksi Jumat Ini? Analis Ungkap Faktor Pemicunya!

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pergerakan yang kurang menguntungkan pada perdagangan Kamis (22/1/2026). Setelah sempat menguat dan bergerak fluktuatif sepanjang sesi, IHSG akhirnya tergelincir 0,20% dan menutup perdagangan di level 8.992,18.

Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, menyoroti bahwa pelemahan IHSG ini terjadi di tengah menguatnya bursa global dan nilai tukar rupiah. Menurutnya, koreksi ini lebih didorong oleh aksi jual signifikan pada sejumlah sektor tertentu serta saham-saham emiten berkapitalisasi besar.

IHSG Berpotensi Lanjut Terkoreksi pada Jumat (23/1), Cek Saham Rekomendasi Analis

“IHSG memang sempat menyentuh target penguatan yang diharapkan pada perdagangan hari ini, namun momentum tersebut berbalik arah menjadi koreksi. Pelemahan ini secara dominan dipimpin oleh sektor energi dan teknologi, serta mayoritas saham dari emiten konglomerasi yang mengalami koreksi cukup dalam,” jelas Herditya kepada Kontan, Kamis (22/1/2026).

Menyambut perdagangan Jumat (23/1/2026), MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan tren koreksinya. Pergerakan IHSG diperkirakan akan berada dalam rentang level support 8.948 dan resistance 9.036.

Para pelaku pasar akan mencermati dengan saksama rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) dari Amerika Serikat, yang kerap menjadi indikator penting inflasi. Selain itu, perkembangan geopolitik global, khususnya pasca kesepakatan terkait Greenland, juga akan menjadi perhatian utama yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

Herditya menambahkan, kombinasi sentimen global dan data ekonomi AS tersebut diperkirakan akan memberikan dampak pada arah pergerakan pasar dalam jangka pendek. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam menghadapi potensi volatilitas yang mungkin terjadi.

Adapun beberapa pilihan saham yang menarik untuk dicermati secara teknikal menurut analisis MNC Sekuritas adalah ADRO yang diperkirakan bergerak di kisaran Rp2.420–Rp2.490, ESSA pada level Rp710–Rp745, serta MAPI di rentang Rp1.285–Rp1.300.

Sentimen Global Mereda, Rupiah Menguat ke Rp 16.895 per Dolar AS

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (22/1/2026) ditutup melemah 0,20% ke level 8.992,18, meski bursa global dan nilai tukar rupiah menguat. Menurut Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas, koreksi ini didorong oleh aksi jual signifikan pada sektor energi dan teknologi, serta mayoritas saham emiten berkapitalisasi besar. Pelemahan terjadi setelah IHSG sempat menyentuh target penguatan namun berbalik arah.

Untuk perdagangan Jumat (23/1), MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan tren koreksi dengan rentang support 8.948 dan resistance 9.036. Pelaku pasar akan mencermati rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) dari Amerika Serikat dan perkembangan geopolitik global, khususnya pasca kesepakatan terkait Greenland. Kombinasi sentimen ini diperkirakan memengaruhi arah pasar, sehingga investor disarankan tetap waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *