IHSG Rawan Koreksi Jumat? Cek Rekomendasi Saham Analis!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (19/2/2026) dengan koreksi sebesar 0,43%, berada di level 8.274,08. Tekanan jual yang meningkat, dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan respons pasar terhadap sentimen suku bunga global, menjadi faktor utama yang menyeret pergerakan indeks kembali turun.

Herditya Wicaksana, Head of Research MNC Sekuritas, mengamati bahwa pelemahan IHSG ini sejalan dengan tekanan eksternal dan domestik yang ada. Secara khusus, ia menyoroti pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan bagaimana investor merespons risalah FOMC serta keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan.

“Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan respons investor terhadap FOMC Minutes serta keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuannya,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).

Sinar Mas Agro (SMAR) Siapkan Rp 220 Miliar untuk Pelunasan Obligasi Jatuh Tempo

Untuk sesi perdagangan Jumat (20/2/2026), Herditya memprediksi IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya. Ia memperkirakan area support berada di level 8.227 dan resistance di 8.333. Sentimen pasar diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh pergerakan rupiah yang rentan terhadap pelemahan, serta perhatian investor terhadap data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis.

Senada dengan itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mencatat bahwa IHSG sempat menguat hingga level 8.376 pada sesi pertama perdagangan sebelum akhirnya berbalik arah dan melemah. Pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp16.894 per dolar AS turut memberikan tekanan pada pergerakan indeks.

Dari sisi sektoral, saham-saham teknologi mengalami koreksi terdalam, sementara sektor basic materials menjadi penopang utama penguatan. Analisis teknikal menunjukkan bahwa indikator MACD masih memperlihatkan pelebaran histogram positif dan Stochastic RSI mengarah ke area overbought. Namun, peningkatan volume penjualan dapat membatasi potensi kenaikan indeks.

“IHSG diperkirakan bergerak mixed pada kisaran 8.200-8.300,” jelas Alrich.

Dari dalam negeri, keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75% dinilai sebagai langkah yang konsisten dengan upaya menjaga stabilitas rupiah serta mengendalikan inflasi agar tetap berada dalam target 1,5%-3,5%. Investor juga menaruh perhatian pada data inflasi Januari 2026 yang mencapai 3,55% secara tahunan dan pertumbuhan kredit sebesar 9,96% secara tahunan (yoy).

Selain itu, pasar juga menantikan rilis data transaksi berjalan kuartal IV-2025 yang diperkirakan akan mencatatkan surplus sekitar US$2 miliar. Sentimen positif global juga datang dari rencana kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang mencakup pengaturan tarif ekspor serta kerja sama di sektor digital.

Untuk rekomendasi saham pada perdagangan Jumat (20/2/2026), Herditya merekomendasikan saham AMMN pada area Rp7.875-Rp8.050, TINS di kisaran Rp4.440-Rp4.670, serta TKIM pada Rp7.625-Rp7.825.

Sementara itu, Alrich merekomendasikan sejumlah saham pilihan sebagai top picks jangka pendek, yaitu AMMN, TKIM, PSAB, ANTM, dan ADMR.

Rupiah Melemah ke Rp 16.894, Pasar Cermati Sikap Pemerintah dan Sentimen Global

Ringkasan

IHSG ditutup melemah pada hari Kamis akibat tekanan jual yang dipicu oleh pelemahan rupiah dan respons pasar terhadap sentimen suku bunga global. Para analis memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksinya pada hari Jumat, dengan support di level 8.227 dan resistance di 8.333. Pergerakan rupiah dan data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat menjadi faktor penentu.

Beberapa analis memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan hari Jumat, di antaranya AMMN, TINS, dan TKIM dari MNC Sekuritas. Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan AMMN, TKIM, PSAB, ANTM, dan ADMR sebagai top picks jangka pendek. Investor juga menantikan rilis data transaksi berjalan kuartal IV-2025 dan kesepakatan dagang Indonesia-Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *